Wali Kota Tinjau Stasiun dan Pelabuhan

image_pdfimage_print

Wali Kota Rukmini didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo mengunjungi Stasiun Probolinggo, Kamis (10/8). Tiba di stasiun sekira pukul 8 pagi, Rukmini disambut Kepala Daerah Operasi 9 Jember, Hendro Gunawan beserta jajarannya. Nampak hadir mendampingi Kepala Dishub Sumadi, Kepala Bappeda Litbang Budi Wirawan, dan Camat Mayangan M. Abbas.

Dalam kunjungan ini, Rukmini ingin membahas rencana PT. KAI untuk mengaktifkan kembali jalur rel kereta yang menghubungkan Pelabuhan Probolinggo dengan Stasiun Probolinggo. Jalur rel sepanjang 1,8 km ini bakal digunakan sebagai jalur pengiriman logistik baik dari pelabuhan ke stasiun dan sebaliknya. 

Namun dalam merealisasikan hal tersebut, PT. KAI masih menemui sejumlah kendala termasuk masih adanya bangunan rumah yang terletak di atas jalur tersebut. Kepala DAOP 9 Jember Hendro Gunawan menyebut pihaknya membutuhkan bantuan pemkot setempat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Terkait dengan pembebasan lahan ini, kami meminta back up dari Pemerintah Kota Probolinggo karena masih ada bangunan liar milik warga yang terletak di atas jalur rel. Dari sisi keamanan, sisi kanan dan kiri jalur rel harus berjarak 6 meter dari rumah warga. Ini yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” jelas Hendro. 

Menanggapi hal tersebut Rukmini menyatakan bahwa hal ini harus disosialisasikan terlebih dahulu pada warga yang memiliki bangunan liar tersebut. “Terlebih dahulu, masyarakat harus diberi tahu, adakan sosialisasi terkait hal ini. Dan kalau bisa, PT. KAI nantinya bisa memberikan ganti rugi dalam bentuk tali asih,” tutur Rukmini. 

Setelah mengunjungi stasiun, Rukmini beserta jajarannya bergegas menuju Pelabuhan Probolinggo untuk mengunjungi Badan Usaha Pelabuhan Delta Artha Bahari Nusantara (DABN). Di Pelabuhan Probolinggo, Rukmini ditemui langsung oleh Kepala Cabang DABN Probolinggo, Supardi dan Kabag Operasional DABN Probolinggo, Ketut Sutirta Rahardja.

Dalam pertemuan kali ini, Rukmini dengan pihak DABN membahas sejumlah hal terkait pengembangan Pelabuhan Probolinggo ke depannya. Kepala Bagian Operasional DABN Probolinggo Ketut Sutirta Rahardja menyebutkan bahwa dalam pengoperasiannya, di Pelabuhan Probolinggo terdapat 32 kapal yang keluar masuk untuk memuat batu bara. Ketut menyatakan bahwa sistem keamanan yang diterapkan di Pelabuhan Probolinggo sudah menggunakan sistem keamanan internasional mengingat pelabuhan ini memang diproyeksikan sebagai pelabuhan internasional.

“Kami sudah menerapkan sistem keamanan internasional dengan bekerjasama dengan Marinir. Dan nantinya di Pelabuhan Probolinggo juga akan ada dermaga baru yang dapat digunakan sebagai tempat berlabuh bagi kapal pesiar,” jelas Ketut.

Rukmini menyatakan untuk membahas lebih lanjut tentang pengembangan Pelabuhan Probolinggo ke depannya, pihaknya akan mengundang 3 pihak terkait antara lain KSOP, Pelindo, dan DABN.

“Kita harus duduk bersama untuk membahas hal ini dan tentunya disertai dengan penandatanganan berita acara sehingga hasil pembahasan bisa jelas dan dapat ditindaklanjuti dengan lebih tepat lagi,” tutur Rukmini. (alfienhandiansyah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.