Proses pembersihan sampah menggunakan alat berat dan dibantu masyarakat. (Foto: Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Masih ingat tumpukan sampah 20 tahun di RT 1 RW 1 Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan yang mulai ditangani Pemerintah Kota Probolinggo, Minggu (18/8) lalu? Untuk mempercepat penyelesaian sedimentasi sampah di lokasi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mengerahkan alat berat.

“Kami mengerahkan alat berat untuk membersihkan. Karena sedimentasinya cukup tinggi sekitar 2 sampai 3 meter. Sekarang baru 60 persen pembersihan,” ujar Kepala Dinas PUPR Amin Fredy, saat ditemui di kegiatan gerak jalan, Rabu (21/8) pagi.

Ya, seperti pernah diberitakan, Wawali Mochammad Soufis Subri memimpin kerja bakti bersama warga di lingkungan yang kerap disebut Merpati itu. Lahan TPS (tempat pembuangan sampah) milik warga itu dibersihkan untuk kemudian dipergunakan lagi oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu juga ada kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat untuk menangani masalah sampah tersebut. Yakni, pemilik lahan bersedia menutup lahan miliknya dan petugas gerobak sampah tidak membuang sampah di lahan itu lagi. Kedua, warga harus membuang sampah di TPS yang sudah disediakan.

Kesepakatan ketiga, warga dan pemilik lahan bersedia untuk memfungsikan kembali TPA yang sudah disediakan di wilayah RT 1 Kelurahan Jati. Keempat, DLH akan aktif dan continyu dalam pengambilan sampah di bak sampah. Di poin kelima, DLH akan menyediakan bak sampah atau kontainer di beberapa titik untuk memudahkan pembuangan sampah. Dan kesepakatan terakhir menyatakan bahwa kesepakatan itu dilakukan tanpa tekanan dari pihak manapun.

“Dari kesepakatan itu, kita upayakan lingkungan yang terkait dengan masalah sampah bisa terselesaikan, sehingga kenyamanan lingkungan masyarakat terjaga dengan baik,” ucap wawali.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kepada seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungannya agar tetap bersih dari sampah. Jangan nunggu dari pemerintah untuk membersihkannya karena saya akui pemerintah punya keterbatasan, baik SDMnya, alatnya dan waktunya, jadi masyarakat punya andil lebih besar dalam menjaga lingkungannya dari sampah,” lanjut Subri, waktu itu.

Dinas PUPR menargetkan, pembersihan dapat diselesaikan pada pekan ini. Sejak Senin (19/8) lalu, alat berat sudah dikerahkan membersihan sendimen sampah seluas 5×3 meter itu. “Kami sifatnya membantu untuk menyelesaikan permasalahan sampah di lingkutan tersebut,” ujar Amin.

“Dinas Perkim juga akan memasang deuker agar gerobak sampah masyarakat bisa menjangkau TPS,” tambah Wawali Subri. Hingga berita ini ditulis, proses pembersihan sampah oleh Dinas PUPR dan DLH masih berlangsung. (famydecta/humas)

Masyarakat saat membersihkan tumpukan sampah yang sangat mengganggu.  (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

The Agency of Public Works and Spatial Planning (DPUPR) mobilized the heavy machinery to complete the cleaning of waste sedimentation at the RT 1 / RW 1, Jati urban village, Mayangan Sub-district. The waste has been there for 20 years and the local government has made the first action on Sunday (18/8), before mobilizing the heavy equipment to speed up the work. 

“We mobilize the heavy equipment to clean it up because the sedimentation was quite high, 2-3 meter. The cleaning process is now at 60% of being completed,” the head of DPUPR, Amin Fredy said at a leisure walk event on Wednesday (21/8).

As reported, Vice Mayor Mochammad Soufis Subri led a community service in a neighborhood called Merpati to clean a temporary landfill that belongs to the residents. The community service was conducted so that people can use the temporary landfill again.

On that occasion, a deal was made between the local government and the residents to solve the waste problem. The landowner is willing to cover the land and the bin men would not dispose the waste at the land. In the second one, the residents must dispose the waste to the temporary landfill available.

The third, residents and the landowner are willing to reactivate the landfill available in the area. The fourth, Environment Agency (DLH) will actively and continually take the waste from the bin. On the fifth point, the agency will provide the waste bin or container at several locations to ease the waste collection. The deal was made without any forces from any sides.

“By having the deal, we make a great effort to solve the waste problems in the neighborhood so that people will have convenience living there,” the vice mayor said.

“The mayor has asked people to maintain the environment to be free of waste. We cannot only wait for the government to make an action because I admit that the government has limited sources including the human resource, equipment, and time. Therefore, people have a bigger role in maintaining the environment,” Subri added.

DPUPR has a target to finish the cleaning process this weekend. The heavy equipment has been used since Monday (19/8) to clean the 5×3 meter waste sedimentation. “We’re here to help to finish the waste problems in the neighborhood,” Amin said.

“The Agency of Public Housing will also provide a deuker to ease the waste carts to reach the temporary landfill,” Subri continued. The cleaning was still on the process as the news was reported.