Ciptakan Kebijakan Lalu Lintas Yang Baik “Create a Good Traffic Policy”

image_pdfimage_print

          Jejak prestasi diraihnya WTN Kencana bermula dari perolehan plakat WTN pada tahun 2006 silam. Plakat merupakan tahapan menuju piala WTN sesungguhnya. Sejak mendapat plakat, Kota Probolinggo berhasil meningkatkan prestasinya dari tahun ke tahun mulai 2008 sampai 2013 hingga menyabet piala WTN.

          The achievement of having WTN Kencana was originated from receiving the plaque of WTN in 2006. It was the first step to have the real WTN trophy. Since then, Probolinggo city has been successfully increasing their achievement for years from 2008 until 2013 and finally received WTN Trophy.

          Nah, suatu daerah yang mendapat piala WTN lima kali berturut-turut sudah memenuhi syarat untuk meraih WTN Kencana. Syarat lainnya, poin nilai setiap tahunnya tidak cenderung menurun atau grade yang terus meningkat.      Penilaian WTN ada tiga tahap yaitu tahap pertama administrasi, tahap kedua teknis dan operasional dan tahap ketiga adalah komitmen kepala daerah.

          A region that has consecutively got 5 WTN trophies has the requirement to get WTN Kencana. Another requirement is that the point of assessment is not decreasing and the grade should increase. There are three steps of assessment of WTN. Among them are administrative step, the second is technical step, and last one is the commitment of the head of region.

          Keberhasilan WTN Kencana ini menonjolkan produk unggulan Dishub setempat dalam mendukung sistem transportasi yang baik untuk masyarakat. Diantaranya pemasangan CCTV (closed circuit television) di beberapa titik traffic light Ketapang (Jl Soekarno Hatta – Jl Bromo), Pilang (    Jl Soekarno Hatta – Jl Brantas), Brak (Jl Soekarno Hatta – Jl Panglima Sudirman), Kodim ( Jl Soekarno Hatta – Jl Suroyo) dan Randupangger (Jl Soekarno Hatta – Jl Lumajang).

          The success of receiving the award shows the programs of the local Transportation Agency (Dishub) in supporting the transportation system for the society. among them are the installation of CCTV at several traffic light spots which are Ketapang (Jl Soekarno Hatta – Jl Bromo), Pilang (Jl Soekarno Hatta – Jl Brantas), Brak (Jl Soekarno Hatta – Jl Panglima Sudirman), Kodim ( Jl Soekarno Hatta – Jl Suroyo) and Randupangger (Jl Soekarno Hatta – Jl Lumajang).

          “Untuk di pertigaan Kodim, itu bukan CCTV saja tapi ATCS (area traffic control system),” imbuh Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Moch Iksan. Artinya, ATCS bukan sekedar untuk monitoring saja tetapi mengendalikan traffic light cukup dari kantor Dishub (Jl Suroyo). Melalui ATCS, operator bisa mengatur berapa lama waktu traffic light sesuai dengan kondisi lalu lintas pada waktu itu dan mengurai kemacetan atau gangguan lalu lintas lainnya. Sayangnya, ujicoba ATCS hanya ada di satu titik (Kodim) paling dekat dengan server karena jaringan ATCS tidak menggunakan fiber optic tetapi wireless.

          “At the three junction of the base of Military Command, we have ATCS (area traffic control system) besides CCTV,” the head for Traffic and Transportation division of Transportation Agency, Moch. Iksan. It means that ATCS is not just to monitor but also to control the traffic light from our office (Jl Suroyo). By having ATCS, operator can manage the traffic light based on the situation at that time and can minimize the traffic jam or other traffic disturbances. Unfortunately, the testing of ATCS is just at one closest spot (Military Command) since its network uses wireless instead of fiber optic.

          Masih menurut Moch Iksan, kunci sukses lain WTN Kencana adalah keberadaan terminal angkutan barang di Mayangan yang dimanfaatkan secara bertahap. “Awalnya masih tempat parkir. Selanjutnya, diharapkan semua angkutan barang atau kendaraan berat sudah tidak parkir di jalanan yang notabene tidak boleh dijadikan tempat parkir,” jelasnya.

          Moch. Iksan said that another successive key of having WTN Kencana is the existence of goods transport stationat Mayangan village which is used gradually. “At first, it was a parking area. Next, it is expected that all goods transportand heavy motor vehicles are not parked on the road which is forbidden to be used as parking area,” he said.

          Sesuai dengan analisas dampak lalu lintas, terminal angkutan barang tersebut bisa menampung 275 unit kendaraan. Meliputi 55 unit kendaraan berat, 20 unit kendaraan sedang dan 200 kendaraan kecil. Saat ini pengguna terminal belum dikenai retribusi karena Dishub belum melakukan kajian.

          Based on the analysis of traffic impact, the goods transport stationcan accommodate 275 vehicles including 55 heavy motor vehicles, 20 medium motor vehicles, and 200 small motor vehicles. At the moment, there is no levy charge for them since Dishub has not done any analysis.

          “Segera akan ada regulasi yang mengatur tentang terminal angkutan dan parkir liar di jalanan kota. Harapan kami, semua angkutan barang berhenti di terminal kemudian diimbal menggunakan kendaraan kecil. Selain itu, terminal ini untuk mendukung operasional pelabuhan,” imbuh Iksan.

          “Soon, there will be a regulation organizing on transportation station and the illegal parking on the urban roads. We hope that all goods transportstop at the station and then the goods delivered by small vehicles. Besides, the station will support the operation of the harbor,” Iksan added.

          Tim penilai juga memberi perhatian penting terkait penambahan kelengkapan sarana prasarana transportasi. Pasalnya, dari sisi sarana prasarana kondisi Kota Probolinggo cukup memuaskan dan lengkap. Seperti ruas jalan di kota terdapat marka (tengah dan tepi jalan), zebra cross, zona keselamatan sekolah, pendistrian atau trotoar yang kondisinya relatif cukup baik.

          The assessment team also gave an important attention on additional complement of transportation facilities since the facilities of the city are quite impressive and complete. Likes of the stretch of the roads, there are road markings, zebra cross, school safety zone, and sidewalks which are relatively in a good condition.

          “Kebijakan perlakuan kendaraan berat yang diarahkan ke JLU (jalur lingkar utara) dan JLS (jalur lingkar selatan) dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di kota. Termasuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kebijakan ini berpengaruh besar terhadap (kemacetan dan kecelakaan) hal tersebut,” bebernya.

          “The policy to direct the heavy motor vehicles to the northern and southern ring road is meant to reduce the urban traffic jam including reducing the rate of accident. It affects much to those things (traffic jam and accident),” he explained.

          Moda angkutan umum yang masih eksis di Kota Probolinggo pun menjadi poin plus bagi tim penilai. Meskipun kondisi armada yang cukup tua, angkutan umum termasuk pelayanan transportasi prioritas untuk masyarakat.

          The public transportation available in Probolinggo city is another positive point to the assessment team. Although the condition of the vehicles is quite old, public transportation is the priority to the society.

          Dishub mengklaim, ada produk unggulan lain yang bisa saja didaerah lain tidak ada. Misalnya, jasa angkutan umum khusus malam hari (lyn J) sehingga pelayanan transportasi tidak terganggu. Lyn J hanya beroperasi pada jam malam hari hingga dini hari. Enam kawasan tertib lalu lintas (KTL) Jl Soekarno Hatta – Jl Panjaitan – Jl Dr Soetomo – Jl Suroyo – Jl Pahlawan dan Jl Dr Sutomo.

          Dishub claimed that they have unique programs other regions do not. For instance, we have a public transportation which operates at night (lyn J) so that the transportation system is not disrupted. Lyn J only operated at night until dorm. Not to mention six areas of order traffic (KTL) on Jl Soekarno Hatta – Jl Panjaitan – Jl Dr Soetomo – Jl Suroyo – Jl Pahlawan and Jl Dr Sutomo.

          Kemudian adanya dua taman lalu lintas di alun-alun dan terminal Bayuangga, ZOSS (zona selamat sekolah) di SMAN 1, informasi berupa VMS (variabel message sign) di terminal Bayuangga dan dari sisi lingkungan ada program car free day (CFD) setiap hari minggu di kawasan alun-alun.

          And then the city also has two traffic parks at the city square and Bayuangga bus station, ZOSS (school safety zone) at SMAN 1, information of VMS (variabel message sign) at Bayuangga bus station, and it has an environmental program called as car free day which is implemented every Sunday at city square.

          Kepala Dishub Ahmad Sudianto menjelaskan, semua sarana prasarana transportasi untuk pelayanan masyarakat membutuhkan penyempurnaan. Dengan diraihnya WTN Kencana ada beban dan juga tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai sistem transportasi yang mendukung pembangunan daerah.

          The head for Transportation Agency of Probolinggo City, Ahmad Sudianto explained that all those transportation facilities for society need to be developed. By having WTN Kencana, we have another task and challenge to face in order to have a transportation system supporting the regional development.

          “Bebannya adalah harus bisa mempertahankan prestasi yang ada. Tantangannya ya harus bekerja lebih keras lagi. Terus berinovasi untuk menciptakan kebijakan lalu lintas yang baik di kota, demi terciptanya kelancaran berlalu lintas, keamanan lalu lintas guna mengurangi kecelakaan serta terciptanya akses masyarakat untuk manfaatkan moda angkutan dimana saja,” kadishub. (fa)

            “The thing is that we have to maintain the achievement. The challenge is that we have to work harder. Keep innovating to create a good traffic policy in the city, in order to create good and safe traffic to reduce the accident rate and to create the access for society to use the public transportation everywhere,” said Sudianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.