TP PKK Hidupkan Kembali Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga

Wakil Ketua TP PKK Kota saat memberi sambutan pada acara lomba UP2K di Kecamatan Mayangan. (Foto: Rifki/ Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Dalam rangka meningkatkan pendapatan keluaraga, khususnya ibu-ibu di wilayah Kota Probolinggo, Tim Penggerak PKK setempat menggelar lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK tahun 2019. Hal itu disampaikan Wakil Ketua TP PKK Diah Kristanti Soufis Subri saat kunjungan lomba UP2K di Kecamatan Mayangan, Kamis (22/8) siang.

Lomba UP2K dilaksanakan selama 2 hari dan diikuti lima Kecamatan. Untuk hari pertama, dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus, diikuti tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Wonoasih, Kecamatan Kedopok dan Kecamatan Kademangan. Sedangkan di hari kedua Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Mayangan.

Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan, Reni Windi Astuti Abas menjelaskan dari lima kelurahan yang ada di Kecamatan Mayangan di ambil dua kelurahan yang terbaik untuk mengikuti lomba UP2K. Dari lima kelurahan mengikuti proses seleksi, mulai administrasi, profil dan kegiatan-kegiatan yang ada di lapangan. Setelah melalui proses seleksi, terpilih dua kelurahan yakni Kelurahan Sukabumi dan Mangunharjo.

Kegiatan UP2K di Kecamatan Mayangan sudah berjalan tapi masih belum maksimal. Namun, ada terkendala dengan modal yang sangat kecil dan perkembangannya tidak terlalu pesat. Sehingga, usaha yang membutuhkan pinjaman yang cukup besar, masih belum tercover.

Reni juga menambahkan modal awal yang didapat untuk UP2K bersumber dari dana hibah pemerintah. Pada tahun 2001, modal awal yang di dapat PKK Kecamatan dari PKK Kota Probolinggo sebesar Rp 250 ribu. Setelah itu, pada tahun 2012 mendapat dana dari PKK Kota sebesar Rp 500 ribu. Kemudian uang tersebut berkembang sampai saat ini sudah mencapai jutaan rupiah.

Suasana saat acara lomba UP2K di Kecamatan Mayangan. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

”Semoga dengan kegiatan ini nantinnya, bisa memberikan wawasan dan meningkatkan kemampuan serta kualitas kerja Tim Pengerak PKK kecamatan dan kader dalam melaksanakan kegiatan usaha ekonomi keluarga yang dilakukannya. Mudah-Mudahan di tahun depan, ada tambahan modal dari PKK kota, untuk menambah dana yang sudah ada untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

UP2K sendiri digunakan untuk meminjamkan bagi masyarakat yang mempunyai kegiatan usaha, untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Jadi bukan simpan pinjam seperti di koperasi pada umumnya. Ada beberapa usaha yang dikembangkan dari dua kelurahan tersebut, salah satunya usaha batik, kripik ikan, daur ulang untuk membuat tas, kripik pisang, krupuk kering dan sambal cumi.

“UP2K ini untuk mengeduksi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Karena, wanita salah satu memiliki tanggung jawab terkait perekonomian keluarga. Sehingga, nantinya bisa mengembangkan usahanya. Semoga UP2K di Kecamatan Kademangan semakin berkembang. Dan kedepannya UP2K di Kecamatan Mayangan bisa menjadi koperasi untuk simpan pinjam bagi UKM yang memiliki omset banyak pun, bisa memanfaatkan kegiatan UP2K ini,” harap Reni.

Sementara itu, Diah Kristanti menjelaskan kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan pendapatan ibu-ibu di wilayah Kota Probolinggo. Ibu-ibu yang menpunyai waktu luang untuk berperan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia juga mengimbau kepada ibu-ibu kalau mempunyai hobi seperti masak, menjahit dan sebagainya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang.

“Dengan cara menjual masakan dan bentuk kerajinan tangan, hobi yang bisa menghasilkan uang kita merasa senang dan bisa menambah pendapatan keluarga. Dengan cara tersebut, pasti banyak manfaatnya untuk kesejahteraan keluarga meningkat dan untuk masyarakat sekitar,” ucapnya.

Program UP2K di Kota Probolinggo sempat mati suri. Ada beberapa kelurahan yang sudah aktif dan administrasinya lengkap. Untuk itu, PKK bersemangat untuk memperbaiki, mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ini untuk berjalan dengan baik. Karena Program UP2K adalah program pemerintah. Untuk itu, perlu ada pembinaan lagi dan memperbaiki, sehingga kader-kader PKK nantinya bisa berhasil.

”Saya berkomitmen untuk memonitoring dan pembinaan agar program ini bisa dilanjutkan terus. Program ini bekerjasama dengan Pokja II PKK Kota berkolaborasi dengan pokja II kecamatan, lurah dan kader untuk meningkatkan kegiatan ini berjalan dengan baik. Semangat lagi, tetap harus berinovasi untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar istri Wawali Mochammad Soufis Subri ini. (Noviati/Humas)