Hadiri Germas di Kecamatan Kademangan, Ini Pesan Wali Kota Habib Hadi

Wali Kota memberikan sambutan saat menghadiri acara GERMAS di Kecamatan Kademangan. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Tingginya angka penderita demam berdarah di Kecamatan Kademangan membuat Puskesmas Ketapang di kecamatan tersebut fokus dalam menangani penyakit itu. Salah satunya dengan gebyar gerakan masyarakat (germas) milenial 2019 yang mengangkat tema “Stop nyamuk demam berdarah dengan 3M plus”.

Gebyar Germas yang dihadiri Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Camat Kademangan Pujo Agung Satrio serta sejumlah undangan dan kader jumantik (juru pemantau jentik) se-Kecamatan Kademangan itu dilaksanakan di Lapangan Perumahan Bromo, Sabtu (24/8) pagi.

Germas merupakan gerakan yang dilakukan secara bersama-sama oleh elemen masyarakat. Agar berkemauan hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup yang dimulai dari keluarga. Germas dilaksanakan setiap tahun sejak tiga tahun lalu mengajak masyarakat berbudaya hidup sehat.

Saat ini, kejadian demam berdarah yang tinggi di Indonesia selalu mengalami peningkatan. “Oleh karena itu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus harus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun,” kata Kepala Puskesmas Ketapang, drg Diah Pusporini.

Untuk memantau jentik di Kecamatan Kademangan, Puskesmas Ketapang mengadakan lomba kelurahan bebas jentik, penyuluhan antar sekolah tentang PSN dan gebyar germas. Pagi itu diserahkan hadiah untuk kelurahan bebas jentik. Dari enam kelurahan yang lolos menjadi juara, kelurahan bebas jentik diraih oleh Triwung Kidul, Triwung Lor dan Kademangan.

Di kesempatan yang sama, kader jumantik Kecamatan Kademangan juga membacakan ikrar kebulatan tekad. Intinya, kader jumantik berkomitmen melaksanakan kegiatan PSN seminggu sekali setiap hari Jumat di lingkungan masing-masing. Tindakan itu untuk pencegahan demam berdarah untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat.

Habib Hadi pun merespons ikrar yang disampaikan kader jumantik tersebut. Ia bangga dengan semangat kader jumantik yang luar biasa. “Lebih semangat lagi mengajak masyarakat untuk sadar. Karena kalau masyarakat tidak sadar, tidak peduli, sehebat apapun yang kita lakukan tidak ada gunanya,” tegas wali kota.

Melalui kader jumantik, wali kota berharap masyarakat ikut berperan serta menjadi kader bagi keluarganya sendiri. Pemerintah peduli dan sangat memperhatikan masalah kesehatan tidak akan terwujud apabila masyarakat tidak berperan aktif.

“Jadi dalam kesempatan ini, pemerintah punya komitmen melalui Germas mengedukasi masyarakat sekitarnya. Memberikan penjelasan ke masyarakat masalah kebersihan, lingkungan, sampah dan sebagainya. Kami berharap masyarakat bersama-sama pemerintah mewujudkan lingkungan sehat. Kader jumantik harus bisa menyosialisasikan ke masyarakat supaya paham,” jelas Habib Hadi.

“Pemerintah punya komitmen, masyarakat juga harus dibangun kesadarannya. Seperti tema HUT Kemerdekaan ke 74, SDM unggul Indonesia maju. Dengan SDM yang unggul pasti sadar akan lingkungan sekitarnya. Saya berharap semua kegiatan (germas) harus memberikan pemahaman bisa menjaga lingkungan terhindar dari penyakit,” lanjutnya.

Untuk pemenang kelurahan bebas jentik, menurut wali kota, bisa menjadi motivasi kelurahan lain agar bisa lebih baik lagi dan menyadari pentingnya PSN untuk mewaspadai penyakit demam berdarah.

Gebyar Germas juga diisi dengan talkshow bersama Wali Kota Habib Hadi, Camat Kademangan Pujo, drg Diah Pusporini dan tim dokter dari puskesmas membahas tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah. Di akhir kegiatan digelar lomba memindahkan ikan cupang, ikan pemakan jentik nyamuk antara wali kota dan camat. Game itu dimenangkan tim Habib Hadi. (famydecta/humas)

Habib Hadi yang memberikan hadiah kepada para pemenang lomba kelurahan bebas jentik. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)