Terima Audiensi PGRI, Subri Ditetapkan Sebagai Pelindung

Mayangan- Salah satu agenda Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri pada Senin (26/8), yaitu menerima kunjungan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo. Slamet Zainul Arifin,  Ketua PGRI Kota Probolinggo bersama para pengurus PGRI yang lain diterima Wawali di Ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo.

Suparno, Sekretaris PGRI Kota Probolinggo mengungkapkan, kedatangan mereka menemui Wakil Wali Kota tidak hanya bersilaturahmi. Dalam kesempatan itu, Suparno menegaskan sikap PGRI yang siap mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota hingga tahun 2024 terutama untuk memajukan dunia pendidikan Kota Probolinggo. Selain itu PGRI juga mempresentasikan beberapa hal terkait isu-isu pendidikan terkini.

Ketua PGRI mempresentasikan tentang beberapa kegiatan dan program kerja PGRI. “PGRI ini adalah organisasi yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpartisan. PGRI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme guru, memperjuangkan kesejahteraan guru, serta mendukung pemkot dalam membangun dunia pendidikan,” jelas Slamet panggilan akrabnya.

Di zaman pemerintahan Wali Kota Rukmini, sebanyak 530 GTT (Guru Tidak Tetap) diberikan SK secara cuma-cuma, dengan fasilitas BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan. Dengan besaran gaji sebesar Rp. 1.000.000. “Kami berharap kedepan para GTT ini dapat dinaikkan gajinya, minimal UMK (Upah Minimum Kab/Kota) bagi para GTT yang belum masuk di K2 (Kategori 2) maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja,” harapnya.

Tidak hanya itu, PGRI juga berharap adanya perluasan kantor/gedung, kendaraan operasional dan peningkatan dana hibah. “Mungkin itu yang menjadi harapan-harapan kami Bapak, namun yang terpenting kami juga siap dilibatkan dalam program pemerintah dalam membangun dunia pendidikan,” sambung Slamet.

Subri menyambut baik kedatangan PGRI dengan segala bentuk dukungan kepada pemerintah dan beberapa harapan yang telah disampaikan. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pengurus PGRI yang telah berkenan hadir di sini. Salam saya untuk guru-guru yang ada di Kota Probolinggo. Karena sesuai dengan visi misi kami, yang consern dengan pendidikan, PGRI merupakan fitrah utama dan garda terdepan untuk mewujudkannya,” terang Subri.

Ia berharap PGRI tidak hanya siap dilibatkan, namun harus bisa melibatkan diri di setiap program kerja pemerintah. Dengan begitu tidak hanya menunggu tapi langsung melibatkan diri untuk membangun dunia pendidikan yang lebih baik dapat terwujud secara bersama-sama.

“Mengenai beberapa masukan tadi, saya minta PGRI membuat resume yang berisi tentang program kerja tahunan yang jelas, serta masukan-masukan bisa secara tertulis. Sehingga kami bisa mempelajari untuk bisa mempertimbangkan anggaran untuk program kerja PGRI,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Subri juga diangkat sebagai Pelindung PGRI Kota Probolinggo. Dengan diberikan Jas PGRI lengkap dengan lencananya. (Malinda/Humas)