Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri melaksanakan prodialog bersama Pro TV (Probolinggo TV) di ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan-Pemerintah Kota Probolinggo tengah bersiap menggelar kembali event Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2019.  Gelaran Semipro ini merupakan kegiatan untuk menampilkan berbagai seni budaya, pameran produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) serta berbagai potensi lainnya yang dimiliki oleh Kota Probolinggo.

Semipro yang sudah 11 kali berturut-turut digelar, di tahun 2019 ini sudah siap diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus-7 September 2019. Beberapa papan pengumuman seperti banner, baliho, dan spanduk mulai dipasang. Begitu juga promosi kegiatan melalui media cetak dan elektronik.

Selasa (27/8) siang, Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri melaksanakan prodialog bersama Pro TV (Probolinggo TV) di ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo. Dialog ini terkait dengan persiapan penyelenggaraan Semipro 2019.

Pada kesempatan itu wawali menyampaikan rangkaian kegiatan Semipro 2019 yang sudah tersusun selama 8 hari itu. Semipro kali ini, akan berbeda dengan Semipro tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya yakni penempatan lokasi grand opening yang akan digelar di titik nol kilometer Kota Probolinggo tepatnya di Jalan Suroyo depan markas Kodim 0820 Probolinggo. Sedangkan grand clossing akan digelar di panggung hiburan yang berlokasi di Stadion Bayuangga.

“Kegiatan selama tanggal 1-7 akan digelar di stadion Bayuangga. Ini juga pertama kalinya Semipro di gelar di tempat yang lebih tertutup. Kami juga akan menggelar Festival Ikan Asap pada tanggal 31 Agustus 2019, di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Ada 1 ton ikan yang diasap dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kota Probolinggo. Kegiatan ini akan masuk  rekor muri,” terang Subri sapaan akrabnya.

Semipro 2019 ini, juga lebih mengangkat kesenian budaya lokal Kota Probolinggo. Seperti, Festival Jaran Bodhag dan Karapan Sapi Brujul, yang sudah diakui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda dari Kota Probolinggo. Festival Jaran Bodhag dan Karapan Sapi Brujul inilah yang akan menjadi ikon dalam Semipro kali ini. Kabarnya, Jaran Bodhag yang akan ditampilkan kali ini, dikemas sedikit berbeda. Jaran Bodhag akan ditampilakan secara kolosal namun tidak menghilangkan ciri khas budaya itu sendiri.

Wawali berkeyakinan dengan mengangkat kearifan lokal sebagai ikon Semipro, peluang masuknya investor ke Kota Probolinggo lebih banyak. Selain itu, Pemerintah Kota Probolinggo juga mendapat sponsorship dari DMR Production. Di mana, semua kegiatan yang ada di panggung hiburan termasuk para artis yang dihadirkan pada saat Semipro ditanggung oleh sponsor.

“Sekali lagi kita tidak menggunakan EO. Tidak ada dana yang masuk kepada DMR Production. Mereka ini yang mensupport kebutuhan property serta hiburan yang kita butuhkan, serta memanage kegiatan Semipro agar berjalan dengan lancar dan sukses,” jelas Wawali. Semipro ke-11 ini menggunakan dana sebesar Rp 927.500.000 yang di dalamnya juga termasuk kegiatan kesekretariatan Semipro, publikasi, serta kegiatan seni dan budaya.

Pemerintah Kota Probolinggo juga turut newadahi ekonomi kreatif (ekraf) baik berupa pameran UMKM, produk unggulan maupun dalam bentuk seni photograpy. Pameran UMKM ini juga telah diberikan tempat khusus.

Wawali berkeyakinan, bahwa ke depan perkembangan ekonomi tergantung pada ekraf yang memiliki daya tahan luar biasa. “Ke depan kita juga akan  konsen pada ekraf, dimana ekraf ini yang akan menjadi pilar ekonomi khususnya di Kota Probolinggo,”sambung Subri.

Host Pro TV Amelia Subandi juga mengevaluasi pelaksanaan Semipro 2019 ini tidak bersamaan dengan masa libur sekolah, juga tidak sedang dalam High Season apalagi Peak Seasen dalam kalender wisata. “Apakah itu tidak dianggap sebagai sebuah kendala?,” tanyanya.

“Hal tersebut tidak menjadi kendala bagi kami. Karena sudah ada hari-hari tertentu yang diperuntukkan segmentasinya bagi anak-anak/pelajar, dan kita juga sudah membagi kegiatan lainnya bagi segmentasi yang berbeda. Ini kan juga bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan kw 74 Republik Indonesia dan hari jadi ke 660 Kota Probolinggo, yang jatuh pada 4 September nanti.

“Bagi Masyarakat Kota Probolingo saya berpesan, dukung dan sukseskan Semipro ke-11 tahun 2019 dengan hadiri kegiatan Semipro di setiap acara yang sudah terjadwal dan jadilah penonton yang baik. Wujudkan Kota Probolinggo Impressive Probolinggo City, Probolinggo yang mengesankan,” pungkas Subri. (Malinda/Humas)

 

Probolinggo city administration is preparing to hold an annual event Semipro 2019, a multi-event held in a whole week. The event will present various arts and cultures, SMEs’ products exhibition, and other potentials the city has.

It’s the eleventh event since was first held in 2009. In 2019, the event will be held on August 31 – September 7, 2019. Probolinggo Vice Mayor Mochammad Soufis Subri held a dialogue with Pro TV on Tuesday (27/8) at the transit room of the city hall. It was about the preparation ahead of the Semipro event 2019.

The vice mayor mentioned the activities included in the Semipro which will be held for 8 days. It will be different from the previous ones. The grand opening of the event will be held at the zero kilometer point of the city in Suroyo Street, in front of the headquarters of Military District Command 0820 Probolinggo. And, the grand closing will be held on the entertainment stage located at Bayuangga Stadium.

“The events on August 1 – 7 will be held at Bayuangga Stadium. It’s the first time we hold Semipro at a closed facility. We will also have Smoked Fish Festival on August 31 along the Panglima Sudirman Street. There would be 1 ton of fish, being distributed to the people for free. It will break the MURI record,” the vice mayor, popularly known as Subri said.

Semipro 2019 will make local arts and cultures as the main actors including Jaran Bodhag and Muddy Cow Race which have been acknowledged by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia as intangible heritage of Probolinggo city. These arts and cultures will be the icon of the event. The rumors said that Jaran Bodhag Festival will be held in a unique performance. It will be performed in a colossal without eliminating the typical personification of the arts.   

The vice mayor is hugely confident that by using the local wisdom as the icon of Semipro will attract more investors to the city. Besides, the city administration, in holding the event, is sponsored by DMR Production. All events held in the entertainment stage including the artists performing in the event are funded by the sponsor.

“We don’t hire any event organizer. DMR Production is the one who supports us by providing property and entertainment we need, and also in managing the event,” the vice mayor said. The eleventh Semipro will spend IDR 927,500,000 including the publication, and the arts and culture events performed in the event.

The city administration will also provide a space for the creative economy sector by holding SME products and photography exhibitions.

The vice mayor is aware that economic development will count on the creative economy with its extraordinary durability. “We will concern more on creative economy which will be economy pillars, especially in Probolinggo city,” Subri continued.

Pro TV Host, Amelia Subandi asked Subri about the timing of Semipro which is out of the high season in the tourism agenda. “Would this be an obstacle for the event?” she asked.

“It would not be, because we have divided the events in different segmentation and we have to make considerations about that. And, it will be held simultaneously with the commemoration of the 74th anniversary of Indonesia Independence Day and the 660th anniversary of Probolinggo city on September 4,” he said.

“I urge Probolinggo people to support Semipro 2019 by attending all the events. Let us make Impressive Probolinggo City comes true,” Subri ended.