Sampaikan Remisi, Wali Kota Harap Warga Binaan Lebih Baik

image_pdfimage_print

Salah satu agenda yang paling ditunggu warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Indonesia setiap peringatan Kemerdekaan RI adalah pemberian remisi. Setiap tahun pula, puluhan bahkan ratusan warga binaan mendapatkan pengurangan masa tahanan di setiap LP. Tahun 2017 ini, LP Klas II B Probolinggo menyampaikan remisi umum 17 Agustus kepada 197 warga binaan. 

Informasi ini disampaikan oleh Kepala LP Klas II B Probolinggo Imam Purwanto, Kamis (17/8) saat penyerahan remisi Narapidana di Aula LP. “Kami mengusulkan 303 orang yang mendapatkan remisi. Namun Kementerian Hukum dan HAM  menyetujui 197 orang yang menerima remisi. Dari jumlah tersebut, 184 orang mendapatkan remisi umum I dan 13 orang mendapatkan remisi umum II (langsung bebas),” ungkap Imam.

Imam menambahkan, per 17 Agustus 2017 jumlah warga binaan yang menghuni LP Klas II B Probolinggo mencapai 470 orang. Dari jumlah tersebut, Narapidana wanita berjumlah 8 orang. Hampir 50 persen penghuni LP terkait kasus penyalahgunaan narkoba, sejumlah 191 orang. 91 orang di antaranya merupakan tahanan. Sementara, 13 orang yang langsung bebas merupakan narapidana yang tersangkut kasus narkoba, pencurian dengan kekerasan, pembunuhan, serta asusila. 

Wali Kota Probolinggo, Rukmini menyerahkan SK Remisi kepada para Narapidana sekaligus memberikan santunan. Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung soal LP yang kelebihan penghuni. “Kapasitas lapas ini 265 orang, sementara saat ini dihuni 470 orang. Belum lagi kita itu sering dapat titipan dari Surabaya, Malang, dan Lumajang. Mungkin LP di sini kondusif jadi sering dapat titipan,” ujar Wali Kota. 

Rukmini mengajak seluruh narapidana untuk berbuat lebih baik kedepannya. “Saya mengajak saudara untuk kembali ke jalan yang lebih baik lagi. Yang tadi terkena masalah narkoba, begitu keluar jangan pakai lagi. Jangan sampai kecanduan, malah susah sembuhnya. Saudara juga bisa manfaatkan waktu luang untuk latihan mengelas, yang perempuan juga bisa latihan menjahit. Pemkot selalu memfasilitasi pelatihan bagi warga binaan,” harap Wali Kota. 

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan keresahannya terkait kasus begal yang marak di Kota Probolinggo. “Begal yang pakai clurit itu sangat meresahkan. Bahkan ada anak sekolah yang menjadi korbannya. Sekali beraksi tidak tertangkap, mungkin dia masih beruntung. Kalau diulangi lagi, bisa di tembak itu sama Pak Kapolresta,” Ujar Rukmini. (abdurhamzah/humas)

  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.