Pengusaha Kerajinan Juarai Kontes Wirausaha Noasih

Wali Kota Probolinggo memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba kontes wirausaha noasih. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Kontes Wirausaha Noasih yang diadakan Kecamatan Wonoasih yang berproses sekitar dua bulan dengan beberapa tahap penilaian akhirnya mencapai puncaknya. Penganugerahan kepada para pemenang lomba digelar pada Selasa (27/8) malam, di halaman kantor Kecamatan Wonoasih.

Moh. Thoifur wirausaha kerajinan pot kayu batik dan bunga hias menjadi juara dengan mengalahkan 27 wirausaha lainnya. Juara dua, Nur Alip wirausaha kang mas pete (Tempe); juara tiga Suwarno wirausaha marning. Untuk juara harapan satu Amir Chamsah Online Market Place, harapan dua ada Wahyu wirausaha marning dan harapan tiga Maria Ulfa wirausaha ayam menantu.

Camat Wonoasih Deus Nawandi melaporkan peserta kontes wirausaha noasih diikuti 28 orang. Juri kontes ini dari empat unsur, yakni forum CSR (Coorporate Social Responsibility), DKUPP, jurnalis dan seorang ASN sekaligus pengusaha.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini agar UKM punya kompetensi dan kualifikasi, karena dengan adanya kontes UKM memiliki daya saing yang sekarang semakin ketat, dan UKM tidak hanya jadi pelengkap di acara pameran saja. Saat ada acara, UKM tidak berproduksi lagi, itu yang harus kita hindari,” kata Deus panggilan akrabnya.

Dalam kesempatan itu dari delegasi Assosiasi Marketing Produk UKM Hebat (AMPUH) turut hadir. Para delegasi AMPUH akan memilih produk dari para peserta wirausaha dan akan dicoba untuk dikoneksikan dengan market atau pasar.

“Wirausaha juga harus mengikuti zaman sekarang yakni zaman digitalisasi, supaya produksinya dapat eksis. Dengan zaman digitalisasi ini apa yang ada di sekitar kita ini bisa dijual dan menjadi sebuah pendapatan, dari pendapatan utama sampai pendapatan tambahan,” jelas Deus.

Wali Kota Probolinggo saat memberikan sambutan pada acara penganugerahan lomba kontes wirausaha noasih.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena dapat mendorong masyarakat mau terlibat dan terpacu. “Saya berpesan kepada peserta yang kalah jangan berkecil hati dan yang menang jangan terlena, karena yang kalah akan lebih baik kedepannya,” pesan Habib Hadi.

Habib Hadi juga menyampaikan kepada AMPUH, Kota Probolinggo setiap tahunnya akan menumbuhkan 500 UKM baru. “Saya akan mendorong supaya UKM akan selalu tumbuh di Kota Probolinggo. Jadi AMPUH tidak usah ke daerah-daerah lain cukup di Kota Probolinggo kita bisa memenuhi semuanya,” katanya.

Untuk wirausaha agar sukses, Habib Hadi juga menjelaskan, wirausaha harus meninggalkan pola-pola lama, wirausaha harus lakukan terobosan-terobosan sehingga apa yang akan dihadapi sekarang bisa diikuti. ”Jangan sampai kita kalah menggunakan IT di era globalisasi seperti ini. Saya sudah tekankan tidak untuk para wirausaha saja, teknologi kita tekankan mulai dari RT/RW harus melek IT untuk menghadapi masalah seperti sekarang,” tegas wali kota.

Salah satu perwakilan juri, kontes wirausaha noasih Sudarmanto menjelaskan cara penilaiannya kontes tersebut. “Kita penilaian yang diutamakan adalah survei lapangan, karena kita harus tahu bentuk sales strateginya sudah berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Kalau dulu para UKM membawa dan menjajakan produknya, tapi sekarang kita bisa menjual produk melalui online,” kata Sudarmanto yang juga Forum CSR Kota Probolinggo itu. (soni/humas)