Wali Kota – Wawali Deklarasikan Moh Limo Bersama Alumni ESQ

Korda Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Probolinggo, Tjipto Santoso melakukan tanda tangan sebagai bentuk deklarasi M5 (moh limo). (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri bersama alumni ESQ Probolinggo melaksanakan deklarasi M5 (moh limo), Rabu (28/8) di Sabha Bina Pradja. Selain pengucapan kata-kata deklarasi, mereka juga membubuhkan tanda tangan serta mengenakan kaos hitam bertuliskan moh limo.

Moh limo yang dimaksud adalah moh madat (anti narkoba) – moh mabok (anti miras) – moh maling (anti korupsi) – moh main (anti perjudian) – moh madon (anti prostitusi). Pasalnya, Kota Probolinggo merupakan satu-satunya daerah yang mendeklarasikan moh limo tersebut.

Korda Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Probolinggo, Tjipto Santoso mengatakan, Kota Probolinggo mempelopori deklarasi moh limo. Dengan adanya kebijakan penegakkan hukum pada pelaku moh limo, ESQ akan lebih fokus pada preventifnya.

“Setelah deklarasi ini kami sangat berharap ada dukungan dari bapak wali kota, wakil wali kota dan semua pemangku Pemerintah Kota Probolinggo untuk bisa memprioritaskan pendidikan karakter, gerakan moral tujuh budi utama pada generasi milenial,” jelas Tjipto.

Pihaknya berkomitmen untuk berpartisipasi aktif untuk penangkalan moh limo dalam sisi preventif. Berkomitmen dengan semangat menegakkan moh limo secara umum dan khusus, saat ini sedang terjadi dinamika pro kontra dalam menindak sebuah institusi yang memfasilitasi adanya moh limo di Kota Probolinggo.

“Kami bersyukur menjadikan deklarasi ini menjadi ikon Kota Probolinggo yang moh limo untuk menegakkan syiar dalam membangun karakter unggul di Kota Probolinggo. Kami berharap Pemerintah Kota Probolinggo lebih mencurahkan perhatian dan komitmen dalam pembangunan karakter milenial,” imbuh pemilik pabrik jamur di wilayah Kabupaten Probolinggo ini.

Sejumlah pengusaha yang merupakan alumni ESQ hadir dalam deklarasi tersebut. Antara lain Edi Akas, Ridi Ridicomp, pemilik restoran ayam bawangan, GM Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti, Kepala Disdikpora Maskur, Kepala Kemenag Mufi Imron dan alumni lainnya. Korwil FKA ESQ Jawa Timur, Sukarsih pun turut hadir.

“Alhamdulillah alumni ESQ tersebar di berbagai tempat. Ada yang duduk di eksekutif, legislatif, organisasi dan sebagainya. Alumni ini seperti oksigen, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna tapi dibutuhkan,” imbuh Tjipto lagi.

Wali Kota Habib Hadi pun mengaku bersyukur bahwa kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Probolinggo kembali mendapat support dari berbagai kalangan. Ia juga membenarkan jika deklarasi ini penting sebagai penyemangat dan penanda bahwa moh limo harus dijauhi.

“Kegiatan ini patut diapresiasi. Kebijakan pemerintah memang sudah dengan deklarasi moh limo. Mereka mengharapkan pemerintah ikut serta berperan aktif. Tentunya ini menjadi semangat kita bahwa ini harapan dari bagian masyarakat,” kata Habib Hadi.

“Bentuk komitmen dan dukungan ini mengajak kita bersama-sama melakukan apa yang kita lakukan harus lebih baik lagi,” tambah wali kota. (famydecta/humas)