Koleksi Satwa TWSL Bakal Bertambah

Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, berkeliling meninjau satu per satu satwa dan sarana prasarana di TWSL. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup (IPLH) Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo kedatangan tamu istimewa, Jumat (30/8) sore. Ialah Ketua Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, Sekjen PKBSI Toni Sumampau serta para pengurus PKBSI.

Mereka mengecek secara langsung kondisi TWSL yang sudah menjadi anggota PKBSI sejak tahun 2010 silam. Rombongan yang dipimpin Rahmat Shah berkeliling meninjau satu per satu satwa dan sarana prasarana di TWSL. Mereka juga memotret kondisi satwa di lokasi yang lebih dikenal warga dengan kebun binatang mini itu.

Kedatangan pengurus PKBSI disambut Wawali Mochammad Soufis Subri, Pj Sekda Achmad Sudiyanto, Kepala DLH Budi Krisyanto, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo.

PKBSI memang punya agenda berkeliling ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebelum tiba di Kota Probolinggo, mereka sudah lebih dulu ke Pasuruan dan Madiun. Kedatangan mereka untuk memberikan masukan dan saran karena taman binatang menyangkut satwa langka endemik Indonesia yang dilindungi.

“Ini (TWSL) milik pemerintah. Kami datang untuk membantu, memberikan saran dan solusi taman hewan ini. Akan kami kasih singa nanti. Kami juga melihat apakah ada satwa yang tidak ada pasangannya, atau yang banyak (satwa) bisa tukeran. Itulah lembaga konservasi ,” kata Rahmat Shah yang sudah bergelut di dunia satwa sejak 20 tahun lalu ini.

Setelah berkeliling TWSL, Rahmat memberikan masukan tentang kondisi TWSL. Misalnya, ada kandang yang harus diwarnai dengan meriah, perlu rumput yang agak luas agar bisa lestari.

“Secara umum cukup baik. Kebanyakan hewannya bisa dituker dengan yang lain. Tempat bermain agak dipisah dengan lokasi satwa. Kekurangannya mungkin hal yang menyangkut edukasi anak-anak. Suatu waktu harus punya orangutan tapi harus siap dulu dokternya, stafnya. Kalau mati nanti bisa ribut sama LSM,” imbuhnya.

Ditanya soal permintaan TWSL untuk diberi satwa carnivora, Rahmat mengaku bisa saja diberikan tetapi harus ada perbaikan kandang untuk tidur satwa. Rencananya akan diberi sepasang singa. “Perbaiki kandang buat dia (singa) tidur atau holdingnya. Karena jam 8 pagi sampai 5 sore dia diluar, selebihnya di tempat tidur makanya harus layak. Insyaallah nanti ada sepasang singa,” jelas ayah dari artis Raline Shah itu.

Dengan luasan TWSL yang sekarang, masih dirasa layak namun bila ada rencana perluasan itu dikatakan sangat baik. Rahmat pun meminta dukungan terhadap lembaga konservasi, edukasi, observasi dan edukasi bagi taman satwa.

Baginya, taman satwa merupakan tempat hiburan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. “Dari pada harus ke mal bisa merubah pola pikir menjadi konsumtif. Kalau ke taman siswa bisa mengedukasi,” imbuh Rahmat yang punya kebun binatang sendiri.

Sementara itu, Kepala DLH Budi Krisyanto membenarkan jika secara umum anggota ke 47 PKBSI ini sudah memenuhi syarat untuk mendapat sepasang singa. “Tapi landasannya masih kurang dan akan segera kami perbaiki. Pembersihan dan bangunan rumahnya sudah, hanya tinggal membuat nyaman tempat tidurnya saja,” katanya.

Apa yang menjadi masukan dari PKBSI akan ia tindaklanjuti segera. Diperkirakan bulan Desember mendatang sepasang singa sudah datang. Soal perluasan TWSL, Budi Kris-sapaan akrabnya, pihaknya sedang melakukan kajian.

Sementara itu, Wawali Subri mensyukuri apa yang disampaikan oleh Sekjen PKBSI tersebut. Dengan diberikannya satwa carnivora maka kualitas TWSL semakin baik. Ia pun mendukung ada pembenahan dari berbagai sisi di TWSL sesuai rekomendasi PKBSI namun dengan penyesuaian anggaran yang ada.

“Tentunya ini sesuatu yg patut disyukuri sekaligus membanggakan karena Kota Probolinggo mendapat kepercayaan untuk menambah koleksi mendapatkan singa setelah sekian lama kandangnya kosong. Sekaligus itu artinya meningkatnya wahana edukasi terkait satwa carnivora semakin lengkap. Ini harus dipertahankan agar keberlangsungannya tetap terjaga demi generasi kedepan,” jelasnya. (famydecta/humas)

Wawali Mochammad Soufis Subri, Pj Sekda Achmad Sudiyanto, Kepala DLH Budi Krisyanto, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo saat menyambut kedatangan sekjen PKBSI dan ketua PKBSI. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)