Istigosah, Wali Kota Minta Dukungan Tutup Tempat Kemaksiatan

Nampak Wali Kota Probolinggo Habib Hadi memanjatkan doa. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Setelah menggelar khotmil quran di pagi hari, pada malam harinya Pemerintah Kota Probolinggo menggelar istigosah sekaligus doa bersama menjelang Seminggu di Probolinggo (Semipro) ke 11 dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke 660, di rumah dinas wali kota, Jumat (30/8).

KH Hamid Taban memimpin istigosah sedangkan doa dipimpin oleh ketua MUI Kota Probolinggo Kiai Nizar Irsyad, yang diikuti ribuan jamaah yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), FKPD, seluruh takmir masjid se Kota Probolinggo, seluruh ormas, tokoh agama, FKDT, PCNU, LP Ma’arif dan seluruh ketua RW se Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi mengatakan acara istigosah dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena Kota Probolinggo sampai sekarang dilindungi dan diridhoi oleh Allah SWT, sehingga aman, tentram serta kondisi yang kondusif saat melakukan kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan sampai kegiatan pemerintah.

“Mulai besok (31/8) kegiatan Pemerintah Kota Probolinggo akan segera dimulai yakni Semipro untuk meningkatkan perekonomian di Kota Probolinggo, semoga dengan istigosah dan doa bersama ini kegiatan semipro berjalan dengan lancar tanpa adanya halangan apapun,” harap Habib Hadi.

Habib Hadi juga menyampaikan kehidupan masyarakat Kota Probolinggo harus melandaskan agama, karena dalam agama aktifitas-aktifitas negatif dilarang salah satunya kemaksiatan. “Aktifitas kemaksiatan itu dilarang oleh agama, apapun agamanya, untuk itu saya mohon dukungan kepada masyarakat terutama pada kiai mohon untuk mendoakan setiap langkah Pemerintah Kota Probolinggo, untuk memberantas kemaksiatan salah satunya yaitu tidak memperpanjang tempat hiburan malam,” ucap Habib Hadi.

Dalam kesempatan itu Habib Hadi menginformasikan kepada seluruh masyarakat terkait kebijakan pemerintah masalah kesehatan, dimana warga Kota Probolinggo yang belum dijamin oleh BPJS kesehatan akan menjadi peserta JKN KIS.

“Mulai tanggal satu September nanti 43 ribu warga Kota Probolinggo yang belum dijamin oleh BPJS, akan menjadi peserta JKN KIS yang dikelola oleh BPJS kesehatan yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Probolinggo,” kata Habib Hadi.

Dalam kegiatan itu pula Pemerintah Kota Probolinggo melalu Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan santunan kepada 100 anak yatim, yang dibagikan oleh Wali Kota Probolinggo. (soni/humas)

Habib Hadi saat memberikan santunan kepada anak yatim. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)