Festival Ikan Asap Pecahkan Rekor MURI

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo ikut mengasap ikan bersama para pelaku UKM. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Setelah berhasil mencatat tiga rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Pemerintah Kota Probolinggo kembali mencetak rekor ke-empat melalui kegiatan Festival Ikan Asap Krispi sebanyak 1 ton ikan atau sekitar 10 ribu ekor ikan, Sabtu (31/8).

Pencatatan rekor ini menjadi kebanggaan karena dalam pengasapan ikan melibatkan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo bersama pelaku UMKM binaan Dinas Perikanan setempat. Ikan asap yang diolah berjenis salem hasil tangkapan nelayan asal Kota Probolinggo.

Ya, Festival Ikan Asap Krispi ini digelar dalam rangka memeriahkan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) ke XI tahun 2019. Di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan kantor Dinas Satpol PP hingga kantor Wali Kota Probolinggo ditutup. Alat mengasap ikan sudah berjejer lengkap dengan kipas, alat penggorengan serta bumbu tepung Sasa yang menjadi sponsor kegiatan tersebut.

Wali Kota Habib Hadi, Wawali Mochammad Soufis Subri mendatangi satu per satu kepala OPD dan UMKM yang mengasap ikan. Selain ikan asap, juga dilaksanakan lomba memasak berbahan dasar ikan asap yang diikuti 20 peserta. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo bersama sang istri.

Sambil menunggu tim dari MURI melakukan tugasnya, siang itu kesenian patrol Wirojalu dari Jati Kampung Seni (JKS) menghibur masyarakat. Sejumlah nyanyian dibawakan termasuk lagu tentang festival ikan asap dan lagu menceritakan Probolinggo.

Perwakilan dari MURI, Ariani Siregar menyatakan MURI adalah lembaga pencatatan rekor yang saat ini sudah menorehkan 9100 rekor di Indonesia. Menurutnya, Pemkot Probolinggo sudah mencatat rekor ke empat kalinya. Rekor pertama adalah pencatatan training ESQ; kerajinan daur ulang; gaun penganting terpanjang dan ikan asap.

“Ini adalah rekor ke 43 yang diprakarsai oleh JTV, untuk Sasa rekor ke-empat. Pemerintah Kota Probolinggo membuat ikan asap yang dilaporkan ada 5000 ekor tapi setelah dihitung mencapai 10.240 ikan. Kami memberikan rekor MURI ke 9146 kepada Pemerintah Kota Probolinggo, JTV dan Sasa,” ujar Ariani.

Penyerahan rekor MURI diterima oleh Wali Kota Habib Hadi didampingi Wawali Subri bersama Ketua DPRD Sementara Abdul Mujib. “Alhamdulillah kita mendapat rekor MURI, dan ini harus kita tingkatkan untuk memajukan UMKM yang menjadi binaan OPD terkait. Kegiatan ini bisa menjadi langkah untuk memajukan UMKM,” ujar Habib Hadi kepada sejumlah awak media.

Wali Wali Kota dan Wakil Wali Kota Proboliggo foto bersama dengan tim MURI dan para peserta ikan asap. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Habib Hadi pun sangat mensyukuri antusiasme UMKM yang membantu merealisasikan harapan dari Pemerintah Kota Probolinggo. “Kami mendorong UMKM lebih meningkat, melakukan terobosan dan inovasi agar olahan ikan lebih diminati. Dengan diraihnya rekor MURI menunjukkan Kota Probolinggo punya potensi olahan ikan yang besar,” serunya.

Variasikan Olahan Ikan
Meski tergolong agenda baru, Wali Kota Habib Hadi berharap festival ikan asap bisa menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Probolinggo. Pasalnya, festival ini menjadi bentuk pemasaran, mengasah kresi dan inovasi untuk menambah asupan gizi bagi anak-anak.

“Tujuan kami ingin menggugah kesadaran tentang besarnya potensi perikanan di Kota Probolinggo ditandai hasil tangkapan nelayan mencapai 16.000 ton pada tahun 2018. Ini potensi yang besar untuk dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,” kata wali kota.

Angka konsumsi ikan di kota ini masih jauh dari target nasional sebesar 45,37 kg/kapita/tahun. Konsumsi makan ikan Kota Probolinggo hanya 35,70 kg/kapita/tahun. Festival ini juga sebagai momentum mempromosikan Kota Probolinggo sebagai salah satu branding kuliner khas kota.

“Ikan asap merupakan kuliner yang murah, enak dan mudah didapat sehingga saya berharap dengan adanya festival ikan asap ini akan muncul banyak dampak yang positif bagi masyarakat,” jelas wali kota.

Pemenang lomba masak ikan berbahan dasar ikan asap pun dijuarai oleh tim dari SMK 3 jurusan Tata Boga yang membuat kreasi menu ala westren yaitu smoke crispy fish with javanese sauce vegetable; juara kedua cheese smoked tuna stik bikinan Utami dan juara ketiga diraih Maria Ulfa dengan menu mini crispy tela ungu. (famydecta/humas)