Festival Jaran Bodhag Buka Semipro ke-11

Para penari menampilkan kesenian jaran bodhag memukau para penonton. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Penampila 150 penari di depan Makodim 0820 Probolinggo yang terletak di Jalan Panglima Sudirman memukau penonton yang memenuhi pertigaan jalan di jantung Kota Probolinggo itu. Mereka menampilkan Festival Jaran Bodhag yang menggambarkan keberagaman seni dan budaya Kota Mangga.

Sajian tari besutan seniman senior Peni Priyono menunjukkan begitu kaya seni dan budaya kota ini. Diawali penari yang membawa panji dilanjutkan tari kolaborasi Jaran Bodhag, Kiprah Lengger dan Hadrah. Kostum yang digunakan begitu colourfull seperti tema Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) ke XI tahun 2019 yakni Probolinggo Colourfull.

Jaran Bodhag adalah salah satu warisan tak benda milik Kota Probolinggo selain Karapan Sapi Brujul. Sedangkan Kiprah Lengger adalah tari yang diciptakan menceritakan tentang kisah penari Lengger yang ada di Kota Probolinggo. Hadrah sudah jelas sebagai identitas seni religi agama Islam.

Festival yang sekaligus dikemas pembukaan Semipro itu dihadiri sejumlah pejabat bersama istri masing-masing. Seperti Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Kajari Martiul, Ketua PN Darwanto. Nampak hadir Wakil Bupati Bangkalan H.Mohni dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Semipro ke XI tahun 2019, Gogol Sudjarwo menyampaikan, semipro merupakan sebuah konsistensi Pemerintah Kota Probolinggo dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya. Mengangkat tema Colorfull Probolinggo yang bermakna warna-warni budaya etnik lokal Kota Probolinggo yang mengesankan.

“Sekaligus mewadahi kreativitas seni dan budaya masyarakat Kota Probolinggo. Memberdayakan ekonomi lokal masyarakat, sebagai ajang promosi bagi instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perusahaan,” kata Gogol yang menjabat Asisten Pemerintahan ini.

Semipro yang berlangsung mulai 31 Agustus sampai 7 September mendatang ini berisi 32 kegiatan. Yang terbagi dalam kategori olahraga, festival, perlombaan, seni budaya, pameran dan hiburan. Seperti festival ikan asap; festival Jaran Bodhag kolaborasi Tari Kiprah Lengger, berbagai lomba, Pameran umkm dan kuliner, pawai budaya, pameran UMKM, tampilan kesenian hingga job market fair.

Wali Kota Habib Hadi ikut menari bersama para penari jaran bodhag. (Foto:Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi menegaskan dengan bangga Pemerintah Kota Probolinggo kembali menyelenggarakan Semipro ke XI tahun 2019 yang merupakan Semipro perdana dikepemimpinannya bersama Wawali Subri. Ia berkomitmen akan melanjutkan program yang sudah baik, membenahi program yang ada di pemerintahan sebelumnya senyampang program tersebut mempunyai dampak positif bagi masyarakat Kota Probolinggo.

Semipro ke XI bertema colourfull probolinggo, yang artinya kota probolinggo memiliki keberagaman baik dari seni, budaya dan kulinernya. Untuk itu kami lebih menghadirkan seni budaya lokal dari Kota Probolinggo yang mengesankan. Event ini juga mewadahi kreativitas seni bagi para seniman dan anak-anak muda di Kota Probolinggo, menggairahkan ekonomi lokal bagi para PKL dan UMKM sekaligus mempromosikan wisata yang ada.

“Kota probolinggo tidak memiliki wisata alam. Kita hanya memiliki wisata buatan dengan memanfaatkan pesisir pantai. Oleh sebab itu, kita harus menggerakkan wisata yang ada di kota probolinggo melalui wisata seni dan budaya. Apalagi Kementerian Pariwisata telah menetapkan Kota Probolinggo sebagai kota penyangga wisata di kawasan Bromo Tengger Semeru,” ujar Habib Hadi.

Wali kota juga menginformasikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan dua warisan budaya tak benda yang menjadi ikon semipro yaitu Jaran Bodhag dan Sapi Brujul.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menyelenggarakan Semipro ke XI. Semoga selama sepekan ke depan pelaksanaan Semipro berlangsung dengan sukses, aman, tertib dan lancar. Saya mengajak semua masyarakat untuk hadir dan meriahkan Semipro. Semoga Semipro tahun ini berlangsung dengan baik sesuai dengan seluruh harapan masyarakat Kota Probolinggo,” sambung wali kota.

Habib Hadi pun menuturkan, kolaborasi yang ditampilkan dalam pembukaan Semipro menunjukkan kebersamaan yang ada di Kota Probolinggo. Oleh karena itu, ia berharap seni dan budaya harus terus dipromosikan agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Kolaborasi ini menggambarkan keanekaragaman, kerukunan, kekompakan warga Kota Probolinggo yang luas biasa. Budaya lokal yang ada ini tentunya sebagai bentuk wisata yang harus kita angkat,” pesan Habib Hadi.

Sore itu, sebagai penanda Semipro ke XI dibuka dengan pemukulan kentongan oleh Wali Kota Habib Hadi, Wawali Subri, Ketua DPRD Abdul Mujib, anggota forkopimda, Pj Sekda Achmad Sudiyanto, Wabup Bangkalan dan Wawali Madiun. (famydecta/humas)

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo beserta para tamu undangan memukul kentongan, sebagai ditandanya pembukaan Semipro ke XI. (Foto:Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)