Wali Kota Habib Hadi Resmikan Pembukaan Pameran UMKM

Wali Kota Probolinggo secara resmi membuka pameran UMKM dengan ditandai pemotongan tali bunga. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Salah satu tujuan Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) digelar, selain menampilkan ragam budaya dan kesenian yang ada di Kota Probolinggo juga untuk mendongkrak perekonomian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Sabtu (31/8) malam, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin didampingi istrinya Aminah Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri yang juga didampingi sang istri Diah Kristanti Soufis Subri, resmi membuka pameran UMKM di Stadion Bayuangga.

Juga tampak hadir Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal beserta istri, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo beserta istri, Pj Sekda Achmad Sudianto, para asisten dan Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Pembukaan pameran secara resmi oleh wali kota dengan melepas balon dan pengguntingan pita. Begitu pintu dibuka Wali Kota Habib dan Wawali Subri langsung meninjau satu persatu stand pameran.

Gatot Wahyudi, Kepala DKUPP (Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan) menyampaikan ada 48 UMKM yang ada di tenda dome dan 48 lainnya ada di luar. Khusus di tahun ini, Pemerintah Kota Probolinggo murni mengangkat UMKM lokal, dengan tujuan agar UMKM yang ada di Kota Probolinggo ini bisa bergeliat kedepannya.

“Namun kita juga mendatangkan satu, dari Provinsi Jawa Timur, yang sudah memenuhi syarat kemasannya untuk di ekspor. Dengan begitu para UMKM disini, bisa meniru untuk bisa membuat kemasan lebih baik lagi dan bisa go internasional,” terang Gatot sapaan akrabnya.

Hal ini sesuai dengan visi misi Wali Kota Probolinggo, yang berkomitmen setiap tahunnya membentuk UMKM baru. “Ini merupakan wadah bagi para UMKM di Kota Probolinggo, untuk memamerkan hasil karyanya sehingga bisa tumbuh dan berkembang. Seperti harapan kita bisa bersama agar bisa go internasional,” terang Habib Hadi

Malam itu, di tengah-tengah stand pameran, lagi-lagi ada suguhan berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni fashion show dari daur ulang limbah atau sampah, yang dipersembahan oleh para perkumpulan handycraft dan pengrajin daur ulang limbah/sampah. Fashion show bertema Bhineka Tunggal Ika itu para model menggunakan pakaian adat seperti Kalimantan dan Papua. (malinda/humas)

Wali Kota Probolinggo menunjukkan kemasan produk dari UMKM. (Foto: Rifki:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)