Abadikan Momen Semipro, Pemkot Gelar Lomba Foto

Para peserta lomba fotografi saat mengambil objek yang terbaik. (Foto:Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) merupakan agenda tahunan yang akan terus digelar Pemerintah Kota Probolinggo. Di setiap tahun kegiatan ini, menyisahkan cerita-cerita unik dan menarik untuk dikenang. Menyadari hal itu, pada gelaran Semipro ke XI tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Bromo menggelar Lomba Photo Off The Spot, dengan objek foto lokasi Semipro 2019.

“Penyelenggara menginginkan foto yang baik, yang menitikberatkan pada seni dan budaya selama gelaaran Semipro berlangsung,” ujar Zainal Arif salah satu juri.

Arif mengatakan jumlah peserta sampai dengan sabtu (31/8) sudah mencapai 96 peserta. Baik dari pelajar, mahasiswa, umum serta profesional. Peserta tersebar dari berbagai wilayah yaitu Probolinggo, Lumajang serta Pasuruan. Peserta diwajibkan memakai kamera DLSR dan tidak diperbolehkan menggunakan kamera handphone.

“Semua kegiatan di gelaran Semipro ini boleh menjadi objek para peserta lomba. Namun di sini kami menitik beratkan pada seni dan budaya yang ada di gelaran Semipro 2019. Dewan juri pada acara ini ada tiga di antaranya dari Radar Bromo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Probolinggo, dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI),” kata Arif.

Peserta wajib mengumpulkan file terbaik untuk di lombakan. Ia juga menyebutkan bahwa teknik penjurian ada tiga unsur dalam penilaian, yaitu sesuai dengan tema Semipro, meliputi seni dan budaya, teknik fotografi, dan tujuan atau pesan apa yang disampaikan lewat foto tersebut.
“Himbauan untuk peserta, agar mematuhi tata tertib yang ada di lapangan di antaranya, foto harus asli tidak boleh diedit, boleh diedit sebatas terang dan gelap saja,” sambungnya.

Peserta lomba foto, Ferry Hidayat mengatakan kesulitan dalam pengambilan gambar ada di tekniknya, tetapi kebanyakan dari fotografer tidak terlalu pusing dengan teknik yang penting bisa ngatur bagaimana di lapangan.

“Ikut lomba foto ini sebenarnya ingin meramaikan komunitas fotografi yang ada di Kota Probolinggo, bukan juara yang terpenting. Akan tetapi, lebih pada kebersamaan antara komunitas foto. Dan kalaupun menang ya alhamdulillah,” ujarnya.

Lomba ini akan berakhir pada tanggal 7 September 2019. Pemenangnya akan diumumkan saat gelaran Semipro XI ditutup. (mita/humas)