Wali Kota Imbau Penghobi Tangkarkan Burung

Para juri dengan teliti menilai burung yang akan dijadikan pemenang. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan– Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) menjadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tidak terkecuali para pecinta burung berkicau. Tahun ini, panitia Semipro menggandeng BnR Indonesia (salah satu organisasi resmi penghobi burung berkicau) mengadakan pameran dan lomba burung berkicau tingkat nasional piala Wali Kota cup.

Minggu (1/9) siang, para penghobi dan peserta lomba dari Jawa dan Bali memadati pameran dan lomba yang berlokasi di lapangan Yon Zipur Kota Probolinggo itu. Sekitar 1000 pencinta burung dari berbagai daerah meramaikan perlombaan tersebut.

Ketua Pelaksana, Made menjelaskan perlombaan ini dibagi menjadi lima kelas yakni Wali Kota Class (25 gantangan), Wakil Wali Kota Class (36 gantangan), Probolinggo Class (36 gantangan), Mangga Anggur Class (36 gantangan), dan BnR Jatim Class (36 gantangan). Harga tiket untuk masing-masing kelas yaitu Rp. 300 ribu, Rp. 200 ribu, Rp. 100 ribu, Rp. 80 ribu, dan Rp. 60 ribu.

Made juga menjelaskan jenis burung yang di lombakan pada siang itu di antarannya trucuk, konin, pleci, sogon, love bird, kenari, murai dan cucak hijau. Jenis burung yang paling banyak dilombakan salah satunnya love bird, cucak Ijo dan murai batu. Sedangkan untuk sistem penjurian dilihat dari poin dan suara burung.

“Saya merasa bangga, Wali Kota Probolinggo telah memberikan wadah kepada pemuda untuk berkreativitas. Perlombaan ini menjadi kegiatan yang positif bagi pemuda yang ada di Kota Probolinggo maupun dari luar Kota,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada BnR yang telah menyelanggarakan perlombaan ini. Sesuai dengan motto yang dibawa oleh BnR yaitu “Tidak Ada Penangkaran Tidak Ada Lomba”. Moto tersebut harus menjadi semangat bagi para pencinta burung.

“Saya berharap bagi pencinta burung, baik di Kota Probolinggo maupun di luar kota untuk memelihara sekaligus menagkarkan burung berkicau miliknya. Jika hanya mengandalkan burung dari alam liar, akan berdampak pada kepunahan populasi burung-burung berkicau ini. Selain untuk melestarikan burung, penangkaran burung juga bisa menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan,” ucap Wali Kota. (Noviati/Humas)