Menhub Kunjungi Pelabuhan Probolinggo 

image_pdfimage_print

 

PROBOLINGGO-Keberadaan pelabuhan Probolinggo terus dioptimalkan. Minggu (20/8), Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi datang ke pelabuhan baru itu. 

Menhub hadir dalam rangka penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) terminal baru Pelabuhan Probolinggo dan pelabuhan Sintete di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat antara Kementerian Perhubungan dengan PT Delta Antara Bahari Nusantara (DABN) dan PT Pelabuhan Indonesia II. 

Kedatangan Menhub itu disambut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Probolinggo Rukmini, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. 

Antonius Tonny Budiono, Direktur Jendral Perhubungan Laut menjelaskan Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) dilakukan untuk mengoptimalkan peran pelabuhan. Diharapkan, keberadaan pelabuhan bisa menopang pertumbuhan perekonomian nasional.

Dengan adanya kerja sama itu, Tonny menjelaskan, pelabuhan bakal dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan, PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN). Kerja sama itu dilakukan dalam waktu 30 tahun. 

Diharapkan, kerja sama pengoperasian fasilitas pelabuhan Probolinggo itu mampu memberikan pelayanan yang efisien dan efektif. Sehingga, bisa menghemat aktivitas bongkor muat barang. 

Untuk kapal yang beroperasi disebutkan, kapal-kapal yang memiliki standar keselamatan dan kelaikan. Kapal itu adalah kapal yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal  Perhubungan Laut.

Soekarwo, Gubernur Jawa timur mengatakan kesejahteraan Jawa Timur lewat pembangunan Pelabuhan Probolinggo ini dan insyaallah pemberian pelabuhan oleh bapak Menteri ini akan bergerak dengan cepat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada wali kota dan bupati Probolinggo, atas kerjasamanya yang sangat baik, kerjasama ini sangat lancar,”ujarnya.

Pakde Karwo – sapaan akrabnya – juga mengusulkan kepada Menteri Perhubungan untuk pelabuhan Abdurrahman Saleh menjadi Pelabuhan Internasional Jawa Timur untuk tujuan pariwisata. “Yang insyaallah untuk tahun 2018 sudah disiapkan dari APBD Provinsi, kita mengusulkan untuk membangun pelabuhan kedatangan kalau untuk pelabuhan keberangkatan sudah ada,” harapnya. 

Sebelum itu, ia juga menambahkan dalam pengelolaan PT DABN, dalam 1 bulan ada 36 kapal yang bersandar di pelabuhan Probolinggo, sejak desember 2016 sampai dengan juli 2017 pelabuhan Probolinggo telah memperoleh pendapatan sebesar 5 miliar untuk 2,3 miliar yang  telah disetor untuk APBN.

Menteri Budi Karya Sumadi mengatakan dengan penandatanganan ini semoga Jawa Timur bisa lebih hebat, lebih bagus lagi. Ia juga menginginkan dengan adanya di pelabuhan Probolinggo ini untuk logistik semakin bertambah dan juga bertambah murah.

“Apa yang kita lakukan hari ini akan bermanfaat bagi masyarakat Probolinggo, khususnya para penggerak bisnis di Probolinggo. Semoga lebih efisien,” tutupnya.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Budi Karya juga meninjau lokasi dermaga 2, di dampingi oleh Pakde Karwo, Wali Kota Rukmini, Bupati Tantri, FKPD kota/kabupaten serta jajaran terkait. Setelah meninjau lokasi Menteri Budi kembali ke Jember melanjutkan kunjungan kerjanya meninjau fasilitas bandara Notohadinegoro. (mita/humas)

 

The existence of Probolinggo Port is being optimized continually. This condition has attracted Transportation Minister Budi Karya Sumadi to visit the new port, Sunday (20/8). The minister visit the port to sign Cooperation of Utilization of Probolinggo Port and Sintete Port in Sambas Regency, West Kalimantan. The cooperation was signed by Transportation Ministry, Delta Antara Bahari Nusantara, L.td (DABN) and Indonesia Port II, Ltd.

The arrival of the minister was welcomed by East Java Governor Soekarwo, Probolinggo Mayor Rukmini, and Probolinggo Regent Puput Tantriana Sari.

Antonius Tonny Budiono, the Directorate General of Sea Transportation said that the cooperation is done to optimize the port function. It is expected that the port can increase the growth of national economy.

By having the cooperation, Tonny explained that the port will be operated by Delta Antara Bahari Nusantara, L.td (DABN). It will last for 30 years.

It is expected that the cooperation will give efficient and effective service so that it can maximize the activity of loading goods.

To the operated ships, the have to have safety standard. They will be enacted by Directorate General of Sea Transportation.

Governor Soekarwo said that the welfare of East Java through the development of Probolinggo Port will be moving fast.

“I’d like to say thanks to Probolinggo mayor and regent for the cooperation,” he said.

developed,” he said.

prepared the budget, we suggest to develop departure port because the arrival one has been 

Abdurrahman Saleh an International Port of East Java as a tourist destination. “In 2018, we have 

Pakde Karwo, his nickname, also made a suggestion to Transportation Ministry to make 

Prior to the statement, he also added that in the management of DABN, Ltd., there are 36 ships visiting the port in a month. Since December 2016 until July 2017, the port have reached an income as much as 5 billion rupiahs, and half of it has been delivered to National Budget (APBN).

Minister Budi Karya Sumadi said that by having the signing, hopefully East Java can be a greater province. He also has a desire that by having the port, logistics is getting larger and cheaper.

“What we are doing today will be useful for Probolinggo citizens especially the businessmen in Probolinggo. Hopefully it can be more efficient,” he ended.

In his visit to East Java, Budi Karya also observed the location of dock 2, accompanied by Pakde Karwo, Mayor Rukmini, Regent Tantri, and the member of FKPD. Had observed the location, the minister is going back to Jember to continue his official trip to observe the facility of Notohadinegoro Airport.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.