Para peserta saling menunjukkan kemampuannya untuk bisa meraih juara. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan– Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun 2019 ini, memang menjadi kesempatan bagi seluruh kalangan masyarakat Kota Probolinggo, terutama pemuda di Kota Probolinggo untuk menyalurkan bakatnya. Untuk memeriahkan Semipro ke XI ini, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Speed Climbing Competition Wali Kota Cup 2019 di Gor A Yani. Speed Climbing Competition ini termasuk acara yang selalu menjadi agenda rutin dalam gelaran Semipro tiap tahunnya.

Senin (02/09) sore, tempat pelaksanaan Speed Climbing Competition Wali Kota Cup 2019 ini dikunjungi oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Dia mengharapkan dengan adanya perlombaan ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuan para atlet dan juga generasi muda yang tertarik untuk mendalami olahraga panjat tebing ini.

“Olahraga ini bisa mencetak sejarah, bisa mencetak generasi sejarah di Kota Probolinggo. Karena, di olahraga inilah Kota Probolinggo berhasil mencetak, mengkader dan membibit anak-anak yang berprestasi di tingkat nasional maupun Asia,” katanya.

“Semoga dengan adanya perlombaan ini banyak bibit-bibit muda yang lahir, untuk mengharumkan nama Kota Probolinggo ke kancah tingkat Nasional maupun tingkat Asia. Saya berharap kedepannya bisa di bangun Wall Climbing Speed World Record dan Lead, berstandar internasional,” tambahnya

Habib Hadi juga menyampaikan sebenarnya pembangunan untuk dinding panjat baru sudah dianggarkan tahun ini dan sudah masuk tahap lelang sebanyak dua kali tetapi tidak ada penawaran sehingga pembangunan tidak bisa dilaksanakan. “Saya berharap tahun depan bisa dibangun tebing baru. Kedepannya pemerintah selalu berupaya untuk mendukung, agar anak-anak didik lebih banyak yang bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun Asia,” ucapnya.

Ketua Pelaksana, Iwan Rosidi meyampaikan perlombaan ini diikuti dari tingkat SD/MI/SMP dan MTs se-Kota Probolinggo. Sebanyak 98 peserta, terdiri dari pelajar SD/MI putra putri dan pelajar SMP/MTs putra putri. Terdapat 53 peserta SD/MI yang berasal dari 10 sekolah, 45 peserta SMP/MTs yang berasal dari delapan sekolah. Pelaksanan perlombaan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 1-3 September.

Salah satu presiden juri, Andika menjelaskan masing-masing tingkat pelajar baik SD maupun SMP akan dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok pemula dan kelompok umum. Sedangkan untuk penjurian masuk kategori speed, kecepatan dalam mencapai puncak tebing. “Antusias para pelajar untuk perlombaan ini sangat tinggi. Semoga dengan perlombaan ini bisa memacu anak-anak khususnya bagi pemula, untuk terus berlatih. Semoga kedepannya, ada atlet cabang olahraga panjat tebing di Kota Probolinggo bisa bersaing di tingkat lebih tinggi,”ujarnya.

Dalam kesempatan ini ditampilkan atraksi panjat dari Riski Andika, peraih emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Surakarta tahun 2017, dan atraksi dari Moch. Fikri Fadila, peraih perunggu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2019. Wali Kota juga berkenan menyerahkan hadiah kepada para pemenang untuk tingkat SMP/MTs yang sudah dilaksanakan sehari sebelumnya.

Sore itu, Wali Kota didampingi oleh Wakil Wali Kota, Muhammad Soufis Subri, Pj. Sekretaris Daerah, Achmad Sudiyanto, Forkopimda, Para Asisten dan Staf Ahli, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. (Noviati/Humas)

 

The annual event Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2019 is indeed an opportunity for all people in the city, especially the youth, to show their talent. To enliven the eleventh Semipro, the Indonesian Sports Climbing Federation (FPTI) of Probolinggo city held a Speed Climbing Competition at Sports Center GOR A Yani. The competition was among other events in Semipro.

Probolinggo Mayor Habib Hadi Zainal Abidin visited the competition on Monday (2/9). He hopes the event would be an opportunity for the athletes and the young generation who might be interested in speed climbing to improve their potential.

“This sport is record-breaking for the city because it has produced many great athletes and make proud of the city in the national or Asian level,” he said.

“Hopefully, there would be more great athletes by having the competition. I hope that in the future, we can have an international-standard wall climbing speed world record,” he added.

Habib Hadi has also stated the budget for new wall climbing has been prepared this year, but there is no third party willing to take the offer. “Let’s hope we can have the new one next year. The government always makes efforts to support the youth to get more achievements in national or Asian level,” he said.

The committee Iwan Rosyidi said all elements of elementary and junior high school students have participated in the competition with a total of 98 participants.

One of the juries, Andika explained each category would be divided into two categories: newbie and general. “The students’ enthusiasm is quite high. I hope the competition can trigger the students especially the newbie to keep training,” he said.

On this occasion, Riski Andika, a gold medalist of National Student Sports Week held in Surakarta in 2017, performed an attraction accompanied by the bronze medalist in Provincial Sports Week 2019, Moch. Fikri Fadila.