Pertama kali, Semipro Tampilkan Festival Pencak Silat

Para pencak silat menunjukkan keahliannya diatas panggung. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Ada yang berbeda dalam gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) kali ini. Pemerintah Kota Probolinggo menyuguhkan festival pencak silat di panggung utama yang ada di stadion Bayuangga pada Senin (02/09).

Hal tersebut tidak dilewatkan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Probolinggo. Malam itu, berbagai perguruan yang ada menampilkan atraksi-atraksi yang mampu mencengangkan penonton, seperti atraksi mematahkan pompa air yang terbuat dari besi, memecahkan genteng, ketrampilan menggunakan pisau, toya dan clurit, dan atraksi lainnya. Ketua IPSI Kota Probolinggo, Eko Edi Poerwanto mengatakan pencak silat merupakan peninggalan budaya luhur yang harus dilestarikan. Budaya pencak silat sangat bagus untuk memberikan penguat batin maupun fisik.

“Alhamdulillah, sampai saat ini peninggalan leluhur masih kita lestarikan, ada 19 perguruan pencak silat di Kota Probolinggo. Dan, jangan sampai meniru adegan yang kami tampilkan tanpa ada gurunya,” pesannya kepada para penonton.

Wali Kota berkolaborasi dengan para pencak silat dengan menunjukkan beberapa atraksi. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan bahwasannya pemerintah Kota Probolinggo sangat concern (perhatian) terhadap potensi–potensi daerah yang ada di Kota Probolinggo, salah satunya yaitu perguruan pencak silat. “Perguruan pencak silat di Kota Probolinggo ada 19 perguruan, kita angkat dan kita tampilkan dan tunjukkan bahwa mereka ada di kota kita, dan budaya pencak silat ini sangat luar biasa,” ujarnya.

“Dengan adanya festival pencak silat, kami ingin bibit–bibit unggul bermunculan yang nantinya akan kita dorong dan kembangkan, sehingga pencak silat di Kota Probolinggo dapat kita lestarikan,” kata Habib Hadi.

Dalam kesempatan ini juga, Habib Hadi menyampaikan bahwa UMKM yang ada di Kota Probolinggo sudah mulai berkembang, dan Pemerintah Kota Probolinggo mempunyai target untuk membentuk 500 UMKM baru setiap tahunnya. “Kita dorong dan kembangkan karena potensi UMKM di Kota Probolinggo sangat luar biasa, karena Probolinggo mempunyai budaya seni dan budaya kuliner yang luar biasa, untuk itu kita dorong dan tingkatkan melalui event-event yang ada di Probolinggo,” tutup Habib.

Malam itu, sebelum festival pencak silat dimulai penonton dimanjakan dengan penampilan GP Rasta Band Probolinggo, Tari Macan dari SMPN 4, tampilan Kentong Kempat dan Tari Saman Serta H2R Akustik. Dalam festival pencak silat ada 11 perguruan pencak silat yang ikut memeriahkan gelaran tersebut, diantaranya, Perguruan Pagar Nusa, Perguruan Tapak Suci, dan Perguruan Perisai Diri.

Selain Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Muhammad Soufis Subri yang masing-masing beserta istri, tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Pj. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Ahmad Sudiyanto, Kepala Dinas Komunikasi&Informatika (Diskominfo) Aman Suryaman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Maskur serta Camat Mayangan, M. Abbas. Seperti diketahui, Semipro merupakan event tahunan yang digelar untuk ajang memperkenalkan potensi lokal Kota Probolinggo.(Mita/Humas)