“Probolinggo Inspiring Youth” digelar di Panggung Hiburan Semipro

Salah satu tari tradisional yang memeriahkan panggung utama Semipro. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan– Antusiasme masyarakat di hari ke lima event Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) masih tinggi. Terbukti, Stadion Bayuangga setiap malamnya tidak pernah sepi pengunjung. Pada Rabu malam (5/9), pengunjung kembali dimanjakan dengan beberapa hiburan yang tersaji di panggung utama yang berada di tengah-tengah Stadion Bayuangga.

Di antaranya, Orkes Musik Dinata persembahan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Probolinggo. Penyanyi Vera Esmeralda menjadi pengisi acara pada orkes ini. Begitu juga Bagian Perekonomian Setda Kota Probolinggo menampilkan beberapa seni tari. Seperti, Tari Remo, Abunga Ate, Sekar Arum, Kiprah Lengger, Grebeg Alus dan Re Re Re. Tak ketinggalan pula DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) menghadirkan musik Islami hadrah Al-Banjari Sakinah arahan dari Edi Sutrisno.

Malam itu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin bersama istri, Aminah Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri yang juga didampingi istrinya, Diah Kristanti Soufis Subri ikut larut bersama pengunjung menyaksikan berbagai kesenian malam itu.

H2R (Hevi Hanifah Rosyid) agency kembali menampilkan fashion show busana muslim dewasa dan anak-anak. Fashion show dari H2R selalu berhasil membuat kagum penonton, seperti halnya malam itu. Kepiawaian para model membawakan baju-baju rancangan Hevi, pemilik agency H2R itu membuat penonton enggan untuk beranjak.

Selain beragam tampilan seni, malam itu Pemerintah Kota Probolinggo juga menggelar “Probolinggo Inspiring Yout” (Penghargaan Pemuda Breprestasi). Penghargaan ini diberikan kepada para atlet yang telah berhasil mengharumkan nama Kota Probolinggo di ajang Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) VI 2019 beberapa waktu lalu. Wali Kota dan Wawali memberikan langsung penghargaan itu kepada para atlet.

Para atlet ini mendapatkan piagam dan uang pembinaan, yang beragam jumlahnya. Bagi peraih medali emas mendapatkan masing-masing Rp 15.000.000 (2 emas), perak masing-masing Rp 7.500.000 (6 perak), sedangkan perunggu masing-masing Rp 5.000.000 (15 perunggu). Sedangkan untuk cabang olah raga beregu, nilai uang pembinaan berfariasi, mulai Rp. 6.000.000,- sampai Rp. 12.000.000,-. Total hadiah yang disediakan Pemerintah Kota Probolinggo sebesar Rp 171.000.000 diberikan kepada para atlet pada cabang olah raga Catur, Atletik, Bridge, Anggar, Balap Sepeda, Bilyar, Senam Pentaque, Panjat Tebing, Selam, dan Sepak Takraw.

“Ini bentuk perhatian dari Pemerintah Kota Probolinggo, dengan tujuan uang tersebut bisa digunakan untuk pembinaan sehingga mereka bisa terpicu lagi menjadi atlet yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” terang Wawali.

Subri juga berharap, atlet menjadi salah satu sarana untuk bisa menjadi tumpuan hidup. Karena dengan pembinaan yang baik dan berkelanjutan, serta terarah, sehingga olah raga juga bisa menjadi bagian dari tumpuan hidup.

“Tak hanya itu, kami juga memberikan hadiah kepada para pelatih dan asistennya. Karena pelatih ini juga mempunyai peran penting dan tidak bisa dipungkiri merekalah yang menentukan kualitas para atlet,” sambung Subri.

Dari sebelas cabor yang berprestasi, ada 14 pelatih dan 9 asisten pelatih. Masing-masing pelatih dan asisten pelatih mendapatkan hadiah Rp. 2.500.000,- sampai dengan Rp. 10.000.000,- sesuai dengan prestasi yang telah mereka raih. Total bonus yang dikeluarkan Pemerintah Kota Probolinggo melalui KONI (Komite Oleh Raga Nasional) Kota Probolinggo, sebesar Rp 95.000.000. (Malinda/Humas)

Wali Kota Habib Hadi yang didampingi Wakil Wali Kota saat memberikan hadiah kepada atlet yang berprestasi di kejuaraan Porprov. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)