Job Fair Mini Buka 226 Peluang Kerja

Para pencari kerja saat melihat papan informasi lowongan kerja JMF. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KEDOPOK – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menekankan, ingin adanya pelatihan bagi tenaga kerja oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk kemudian disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Hal ini diperlukan untuk memberi bekal tenaga kerja asal Kota Probolinggo yang mempunyai daya saing dengan daerah lainnya.

“Adik-adik pencari kerja harus semangat dan mempunyai pemikiran yang lebih maju. Ingin mendapat informasi lowongan kerja bisa lihat di aplikasi VIEW Probolinggo, tersajikan disana info soal itu. Tolong itu dimanfaatkan,” kata wali kota yang gencar menyosialisasikan aplikasi tersebut.

Hari ini (5/9) yang mengikuti job fair mini yang diselenggarakan di halaman SMK Negeri 1 Jalan Mastrip, ada 13 perusahaan. Rinciannya, 7 perusahaan dari Kota Probolinggo; 3 perusahaan dari Kabupaten Jember, 2 perusahaan dari Surabaya dan 1 perusahaan dari Malang.

Berdasarkan data Disnaker, ada 226 lowongan pekerjaan yang tersedia di JMF mini kali ini. Sedangkan jumlah pencari kerja per bulan September di Kota Probolinggo mencapai 1.852 orang.

Banyaknya pencari kerja dan minimnya pekerjaan, membuat Wali Kota Habib Hadi membuat kebijakan agar para investor akan masuk ke Kota Probolinggo lebih memprioritaskan tenaga kerja asal kota setempat. “Rekrutnya harus warga kota dulu, nanti kalau dalam batas waktu tertentu memang tidak ada, baru rekrut dari luar kota. Itu adalah bentuk komitmen pemerintah membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Selain itu, meningkatkan pelatihan sesuai dengan keahlian sangat penting dan jelas dibutuhkan oleh perusahaan. Itulah bentuk komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dengan perusahaan untuk mengurangi angka pengangguran di kota ini.

Wali Kota yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Probolinggo saat membuka resmi JMF dengan ditandai pemukulan gong. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Wahono menyatakan, JMF mini ini sebagai upaya mengurangi pengangguran secara langsung di sektor formal. Sekaligus membantu perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

“Setiap akhir tahun di SMK juga didatangi oleh perusahaan yang langsung masuk ke sekolah-sekolah melakukan rekrutmen. Dari 560 orang, ada 420 tenga kerja yang tersalurkan di perusahaan tersebut,” kata Wahono dalam laporannya.

Sejumlah perusahaan yang ikut dalam JMF antara lain PT Kutai Timber Indonesia (KTI), Indofood Sukses Mandiri, Indomaret Group, Bank Bukopin, Harris Mobi, BTPN Syariah dan Surya Jaya Abadi Perkasa. (famydecta/humas)