Tinjau Perbaikan Jalan Lingkar Utara

image_pdfimage_print

 

 

Selasa (29/8), Wali Kota Probolinggo Rukmini meninjau pembangunan jalan di Jalan Lingkar Utara (JLU). Diketahui, di salah satu titik JLU terpaksa ditutup karena harus menunggu rampungnya peningkatan jalan (rigid) ini. Penutupan jalan ini sempat diresahkan masyarakat karena mengganggu aktivitas pengguna jalan. 

Penutupan tersebut terpaksa dilakukan karena jalan yang bergelombang dan sempit sangat menyulitkan truk-truk melintas. Dari pada terjadi kecelakaan atau kerusakan kendaraan, pelaksana proyek memutuskan menutup jalan setelah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Probolinggo Kota. 

Peninjauan lokasi siang itu, Wali Kota Rukmini didampingi Plh Sekda Achmad Sudiyanto, Balai Besar 8 Nasional Pasuruan-Probolinggo Purnyoto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Amin Fredy, Kepala Dishub Sumadi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.  

Sejatinya, JLU kini sudah menjadi jalan nasional, hasil pertukaran dengan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman yang kini jadi jalan kota. Menurut Amin Fredy, ada pengkajian secara professional kaitan dengan kondisi tanah di Kota Probolinggo. Meski sudah jadi jalan nasional, pemkot masih bisa mengkoordinasikannya dengan kementerian. 

Menurut Purnyoto, proyek Balai Besar 8 Nasional Pasuruan-Probolinggo di Kota Probolinggo difokuskan di JLU. Dari 7,82 KM panjang JLU, ada spot sepanjang 1,575 KM yang tengah di beton (rigid). Proyek ini diperkirakan selesai pada 13 November mendatang dan bisa digunakan lagi setelah dinyatakan layak oleh pelaksana. Usai di-rigid jalan baru bisa digunakan 28 hari kemudian (saat ini (29/8) masih 10 hari)). 

Kondisi tanah gerak di JLU mengharuskan pembangunan jalan dengan cara di beton. Mestinya, jalan beton bertahan hingga 20 tahun dengan catatan pemeliharaan yang rutin. Misalnya, segera dilakukan penambalan jika ada lubang di celah-celah beton, dibuat drainase untuk menghindari genangan air. 

“Jadi, existing yang masih aspal ke depan bisa jadi beton. Mudah-mudahan tidak ada kendala selama pembangunan ini. Kami memohon maaf kepada masyarakat yang terganggu karena pembangunan JLU,” tuturnya. 

Anggaran yang disiapkan kementerian, lanjut Purnyoto, dalam proyek Pasuruan-Probolinggo senilai Rp 43,9 M untuk tiga kegiatan diantaranya rekondisi jalan, pemeliharaan rutin dan pemeliharaan biasa. 

Wali Kota Rukmini mengaku sangat puas dengan hasil tinjauannya di lokasi proyek. Karena saat itu ia langsung menemui petugas dari kementerian, pelaksana hingga pekerja kasarnya. 

“Saya sangat mengapresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat. Setelah dikerjakan pusat kualitas sangat bagus dari pada yang dikerjakan menggunakan dana APBD. Di sini juga disiapkan saluran air karena yang membuat rusak jalan salah satunya ya ini,” ungkap Rukmini. 

“Untuk masyarakat sabar saja dulu karena masih dibangun jalannya. Kami akan terus berkoordinasi dengan pusat untuk menjaga kualitas,” sambung wali kota. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.