Beri Semangat, Wali Kota Kunjungi Mess Persipro

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi memakaikan jaket kepada salah satu pemain Persipro 54.(Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Menjelang Liga 3 Zona Jatim yang mempertemukan Persipro 54 dan PSIL Lumajang, di Stadion Semeru Lumajang, Minggu (8/9). Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin memberikan suntikan semangat kepada pemain Persipro 54 di Mess Persipro, Sabtu (7/9) pagi.

Kunjungan itu juga untuk memenuhi janji wali kota yang akrab disapa Habib Hadi memberikan jaket untuk manajemen dan tim Persipro 54. Jaket itu berwarna sesuai dengan warna kebanggaan Persipro, yakni oranye. Warna khas Persipro harus tetap dijaga untuk kekompakan dan ciri kekuatan yang dimiliki.

“Saya ingin mendorong Persipro bisa bersaing menaiki peringkat selanjutnya. Bagi pelatih, seperti yang pernah saya sampaikan, persiapkan apa yang dibutuhkan Persipro untuk jenjang selanjutnya. Dengan anggaran yang ada tidak ada alasan apapun lagi,” kata wali kota.

“Saya percayakan prestasi Persipro kepada anda semua asal punya komitmen dan kompak untuk melakukan hal terbaik. Ke depan jangan sampai mudah terprovokasi, mari menatap ke depan untuk semuanya. Terima kasih sudah menjaga nama baik Kota Probolinggo,” imbuh Habib Hadi, yang menjadikan Persipro kebanggaannya.

Pada kesempatan itu, Habib Hadi sempat masuk ke dalam mess Persipro yang terletak di Jalan KH Manshur. Ia berencana akan mencarikan tempat untuk mess baru dari beberapa kantor yang akan dimerger tahun 2020.

“Semoga nanti ada tempat baru. Dengan kondisi tempat seperti ini saja sudah luar biasa prestasinya,” ungkap Habib Hadi yang baru kali pertama masuk ke dalam mess tersebut.

Wali Kota Habib Hadi memberikan motivasi kepada pemain Persipro 54 untuk terus bersemangat. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Asisten Pelatih Persipro 54, Suharjono mengatakan timnya sudah menyiapkan strategi seperti yang diarahkan oleh Pelatih Jessie Mustamu. “Intinya menanamkan pada anak-anak bermain fight. Jangan mudah menyerah. Apapun yang terjadi tetap fight. Pelatih menginstruksikan pertandingan yang akan datang bisa dimenangkan,” ujarnya.

Sebelum melawan PSIL, Persipro 54 kalah melawan Persid Jember dengan skor 0-1. Evaluasi dari pertandingan tersebut, penyelesaian akhir yang kurang tepat membuat Persipro 54 kalah waktu itu. Suharjono menjelaskan, dalam hal penyerangan masih ada rasa takut di kandang lawan.

Manajemen Persipro 54 menargetkan tim sepak bola yang dikapteni Puguh Wijaya bisa berprestasi di putaran pertama dan kedua. “Sekarang kami mikir di putaran pertama dulu. Fase di grup ini dulu dan berikutnya sampai rencana ke nasional,” bebernya.

Tim Persipro 54 diproyeksikan masuk ke kompetisi liga yang lebih tinggi. Maka Persipro harus berbenah diri melakukan pembinaan khususnya anak-anak usia dari 13 tahun ke atas, karena sepak bola tidak bisa instan harus ada pembinaan.

Menurut Suharjono, Pemerintah Kota Probolinggo sudah memberikan dana yang dianggap cukup oleh manajemen. “Tapi ke depan perlu ditambah karena kalau sudah profesional APBD tidak boleh digunakan. Hanya boleh untuk pembinaan saja,” jelasnya.

Di Mess Persipro, Habib Hadi juga mencoba menendang bola dengan penjaga gawang pemain Persipro. Selain itu, ia juga ngevlog dengan anak-anak berprestasi kebanggaan Kota Probolinggo ini. Terlihat ikut mendampingi wali kota ada Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Disdikpora M.Maskur dan Kepala Diskominfo Aman Suryaman. (famydecta/humas)