Kerapan Kambing jadi tontonan menarik untuk warga Probolinggo.

image_pdfimage_print

 

Salah satu gelaran tradisional khas Kota Probolinggo kembali digelar saat semipro, tepatnya Minggu (27/8) lalu. Ialah kerapan kambing. Peserta kerapan yang dilaksanakan di Jalan Progo, Jrebeng Kulon ini diikuti 96 peserta yang terbagi kelompok A besar/kecil dan kelompok B besar/kecil. 

Kerapan kambing dihadiri Wali Kota Probolinggo Rukmini, Plh Sekda Achmad Sudiyanto, anggota FKPD dan OPD setempat. Meski kerapan kambing ini tidak sepopuler kerapan sapi tapi kerapan kambing di Probolinggo tidak kalah seru dan jadi tontonan menarik untuk warga Probolinggo.

Pemerintah  menggelar kerapan kambing ini setiap tahun tepat di acara rangkaian semipro, yang di fasilitasi Dinas Dinas Budaya dan Pariwisata. Ketua panitia Semipro Agus Efendi menjelaskan, dengan adanya acara kerapan Kambing ini untuk melestarikan budaya lokal Kota Probolinggo. “Sebagai potensi pariwisata khususnya wisata budaya supaya menarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk datang ke Kota Probolinggo dan juga bisa menambah nilai jual kambing di pasaran,” ucap Agus. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengapresiasi lapangan Progo yang sudah menjadi milik kerapan kambing dan sapi merah, “Saya berikan lapangan ini untuk kerapan kambing mulai dari latihan sampai buat pergelaran lomba seperti di acara semipro sekarang ini. Supaya kita bisa tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal seperti kerapan kambing ini,” tegas Rukmini. 

Rukmini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk menyaksikan gelaran semipro yang telah dimulai sejak 28 agustus sampai 4 september mendatang. Di akhir acara Rukmini menyerahkan hadiah kepada para pemenang kerapan kambing termasuk pemenang piala bergilir. (soni/humas)

 

One of well-known traditional events in Probolinggo city, Goat Race, is held in Semipro 2017. The event held in Progo street, Jrebeng Kulon sub-district, was participated by 96 participants, divided to Group A and B.

 It was attended by Probolinggo Mayor Rukmini, acting Regional Secretary Achmad Sudiyanto, the member of FKPD, and representatives of working units. Although it is not as popular as cow race, but still, it is an interesting event for the citizens.

The municipality always holds this event annually, facilitated by the Agency of Culture and Tourism. The chairman of committee Agus Efendi stated  that the event is held to preserve the local culture of the city. “As the potency of tourism especially cultural tourism, to attract local or foreign tourists to visit the city and surely to raise the price of goat in the market,” said Agus.

Mayor Rukmini appreciates the field used as the arena of the race. “I gave this government’s asset (the field) to the goat-race community so that it can be used for practice or to hold a race like we have at the moment. This way, we can preserve our local culture including this goat race,” said Rukmini.

Rukmini also reminds the citizens to support Semipro that has been launched in August 28th and will end in September 4th. In the end of the event, Rukmini handed over the prize to the winners of the race.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.