Berkreasi dengan Sumber Pangan Lokal

image_pdfimage_print

Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kota Probolinggo menggelar lomba cipta menu berbasis pangan lokal. Lomba yang diikuti oleh masing-masing TP.PKK Kecamatan itu digelar di Alun-Alun Kota Probolinggo, Selasa (29/8). Untuk memastikan kualitas hasil lomba, panitia menunjuk salah satu guru dari SMKN 3 Kota Probolinggo sebagai juri. 

Wali Kota Probolinggo, Rukmini menginginkan peserta lomba memiliki pengetahuan baru tentang pangan lokal. “saya harap kita bisa mengolah pangan lokal menjadi menu-menu yang lebih bervariasi. Nantinya ibu-ibu bisa menciptakan menu baru. Jika menu tersebut enak dan tampilannya menarik bisa menjadi tambahan penghasilan untuk keluarga kita. Jual saja, pasti nanti akan laku,” harap Rukmini. 

Rukmini menambahkan posisi wanita yang harus memiliki peran yang lebih dalam keluarga. “Wanita itu harus pintar masak. Jika suami kita tiba-tiba tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga, kita harus mampu membantu mencari penghasilan di luar. Nah dengan menciptakan menu-menu baru ini nantinya penghasilan keluarga kita akan bertambah. Jika hal itu terjadi, maka angka KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dengan alasan ekonomi kemungkinan akan ditekan,” ujar Wali Kota.

Valen Siswati, Ketua Panitia lomba mengungkapkan tujuan dari cipta menu berbasis pangan lokal itu. “Tujuannya meningkatkan kreativitas ibu-ibu untuk mengolah pangan lokal menjadi pangan yang memiliki nilai lebih. Selain itu guna memberikan pemahaman kepada kita semua akan pentingnya konsumsi pangan lokal yang memiliki nilai gizi seimbang,” ungkap Valen. 

Desi, Ketua Tim Juri dari SMKN 3 Kota Probolinggo mengumumkan para pemenang lomba cipta menu berbasis pangan lokal tersebut. Kecamatan Mayangan berhasil menjuarai menu makan pagi dan menu makan malam. Sementara menu makan siang dijuarai oleh Kecamatan Kedopok. 

Ada beberapa hal yang menjadi catatan tim juri, di antaranya takaran resep yang tidak menggunakan ukuran gram, tetapi menggunakan kata secukupnya atau sendok teh. Peserta juga harus mengukur keseimbangan menu, seperti jumlah karbohidrat, vitamin, protein, mineral yang terkandung dalam makanan yang disediakan. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.