Fasilitasi Seniman Lokal Berkreatifitas

image_pdfimage_print

 

Rangkaian kegiatan Semipro tahun 2017 masih berlanjut. Selalu ada tampilan berbeda tiap harinya. Pun pada Selasa malam (29/8), giliran kesenian Pendalungan yang diberi kesempatan tampil di panggung utama Semipro, di Alun-alun Kota Probolinggo. Bertajuk apresiasi seni Pendalungan, acara malam ini diisi dengan berbagai kesenian yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kota Probolinggo sehari-hari, seperti campur sari, jula juli, ludruk, dan lain sebagainya. Semua dirangkai/dikolaborasi menjadi satu menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat. 

Masyarakat, baik muda atau tua kelihatan memenuhi tempat duduk yang telah disediakan. Mereka terlihat asyik menikmati sajian kesenian yang ditampilkan. Terdengar gelak tawa sangat para pemain ludruk, Mukadi dan teman-temannya, melontarkan guyonan-guyonan segar khas lawakan sanggar Karya Damai, sanggar yang diketuai oleh Mukadi. 

Selain itu, malam itu juga menampilkan campur sari dari sanggar Jack Niklaus yang diketuai oleh Anton. Empat pesinden dari sanggar yang berada di Jalan Juanda ini bergantian membawakan lagu-lagu yang familiar didengar masyarakat Kota Probolinggo, misalnya mendhem wedhokan, rondo kempling, nyidam sari, dan lain sebagainya. 

Kepala Bidang Budaya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Endarwati mengatakan tujuan dari ditampilkannya kesenian Pendalungan ini adalah untuk melestarikan budaya tradisional yang ada di Kota Probolinggo. 

“Hal ini kan sesuai dengan tema yang diusung Semipro tahun ini, yakni lokal berbudaya”, maka dari itu kita memberdayakan/menggali potensi seni tradisional yang ada di Kota Probolinggo,” kata Endar. 

Dia juga menambahkan selain untuk memberikan hiburan bagi masyarakat, malam apresiasi seni ini juga untuk memberi kesempatan kepada para pelaku seni untuk menampilkan kreatifitas mereka dalam berkesenian. “Ini juga merupakan upaya pemerintah kota dalam memberikan apresiasi kepada para pegiat seni sehingga mereka tidak berhenti dalam berkreatifitas,” katanya. (hariyantia/humas)

 

Semipro 2017, an annual event presenting arts, sports, and exhibitions event in a fully week, still goes on. It always has new performance every day. In Tuesday night (29/8), the art of Pendhalungan has the chance to give their best performance at the main stage of Semipro. An appreciation to Pendhalungan arts, the event presented many kinds of arts that the citizens are fond of including traditional music campur sari, jula juli, traditional theater ludruk, and others. All was collaborated in one to be an interesting show.

The citizens were gathered around to watch the performance. In some moment they laughed when Mukadi, a talented ludruk player who is also comedian performed

Traditional music campur sari was performed by music studio Jack Nicklaus, led by Anton. Four traditional singers called Sinden sang familiar songs including mendhem wedokan, rondo kempling, nyidam sari, and others.

The head of culture division of Culture and Tourism Agency, Endarwati said that the event has a purpose to preserve the traditional culture in the city.

“This is in line with the theme of Semipro, so we can empower the potency of traditional arts in the city,” Endar said.

She also said that besides giving entertainment to the citizens, the event was held to give opportunity to local artist to present their creativity. “This is the government’s effort in appreciating the artist so they will continue to earn creative works,” she said.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.