Seminar Usaha Ekonomi Kreatif

image_pdfimage_print

Hal berbeda dilakukan Bappeda dan Litbang Kota Probolinggo dalam ikut serta memeriahkan Semipro (Seminggu di Probolinggo) tahun 2017 dengan menggelar seminar strategi pengembangan ekonomi daerah melalui usaha ekonomi kreatif, di hall Bayuangga Bromo View Hotel, Rabu (30/8).

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo hadir untuk membuka seminar. Sekitar 70 undangan yang hadir,  terdiri dari OPD terkait dan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kota Probolinggo. Narasumber Nur Aini Widiastuti dari Bappeda Provinsi Jawa Timur dan Zaenal Arifin dari Kota Batu, pelaku UMKM.

Kepala Bappeda dan Litbang Budiono Wirawan menyatakan seminar ini dilaksanakan setelah melihat kenyataan industri kreatif yang semakin tumbuh pesat di dunia dan akan selalu menjadi primadona bagi pelaku ekonomi. Ditambah proyek tol PasPro (Pasuruan-Probolinggo) yang sebentar lagi akan selesai dan dioperasikan menjadi alasan pertama seminar ini dilaksanakan. Dimana Kota Probolinggo yang merupakan kota transit, kedepannya akan berkurang. 

“Saya harap para pelaku UMKM semakin berkembang dengan meningkatkan kreatifitas, bisa lebih paham tentang ekonomi kreatif itu sendiri, serta dapat ikut berperan serta dalam meningkatkan ekonomi daerah,” jelasnya.

Disamping itu Rey Suwigtyo menyampaikan bahwa perekonomian di Kota Probolinggo sudah baik dan terus berkembang, seminar ini menjadi salah satu sarana pengembangan sumber daya manusia yang disediakan pemerintah setempat. “Tolong simak baik-baik materi yang diberikan para narasumber agar kita bisa lebih baik dan mampu bersaing  dengan lainnya,” harapnya.

Pada kesempatan itu Nur Aini Widiastuti memberikan materi tentang kinerja makro ekonomi Jatim dengan tantangannya, menjelaskan tema pembangunan 2018, menyampaikan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif Jawa Timur serta pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata.

Memulai bisnis online menjadi tema dan materi yang diberikan oleh Zainal Arifin. “Mengapa harus bisnis online? Karena banyak kemudahan berbisnis online, lebih murah karena tidak harus membuat toko/lapak, mampu membuka lapangan pekerjaan, fakta pengguna internet Indonesia yang saat ini ada 130 juta penguna aktif, produk yang tidak terbatas, mempunyai pasar yang lebih luas, produk mudah dikenal, promosi murah dan tanpa ada batasan serta bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja,” terang Zainal. (malinda/humas)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.