Terus Mengalir, Dukungan Tutup Tempat Karaoke

Asosisasi Sahabat LautKU Probolinggo yang mendatangi Kantor Wali Kota Probolinggo saat menyerahkan surat dukungan terkait tidak memperpanjang izin operasional dua tempat hiburan karaoke oleh Pemerintah Kota Probolinggo. (Foto: Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Dukungan kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk tidak memperpanjang izin operasional dua tempat hiburan karaoke ternyata terus mengalir. Sejumlah organisasi agama, organisasi masyarakat, komunitas dan elemen masyarakat lainnya pun ikut menyupport langkah tegas Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri.

Seperti yang dilakukan Asosisasi Sahabat LautKU Probolinggo, yang mendatangi Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (10/9) pagi. Sebenarnya, ada sekitar 25 orang yang akan ke pemkot, namun beberapa masih mengenakan pakaian untuk berendam di laut.

Akhirnya, hanya perwakilan sebanyak tujuh orang, dua diantaranya Ketua Harry Pramono dan Sekretaris Nadia Anik menyerahkan surat dukungan yang diterima Pj Sekda Achmad Sudiyanto. Pertemuan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Paeni dan Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo.

Dalam surat tertanggal 1 September 2019, yang dibacakan oleh Harry Pramono itu menjelaskan, dengan viralnya berita mengenai penutupan tempat hiburan malam (tempat karaoke) di Kota Probolinggo, Asosiasi Sahabat LautKU sepakat dan sangat mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Probolinggo untuk tidak memperpanjang izin atau menutup tempat hiburan karaoke. Karena keberadaan tempat hiburan tersebut pada kenyataannya merusak moral masyarakat yang menyalahgunakan tempat itu.

“Berita ini kami ikuti dari media sosial dan media massa, di Kota Probolinggo ada pendapat yang berbeda (terkait penutupan tempat hiburan malam). Lalu kami kumpulkan semua teman-teman Sahabat LautKU yang kemudian punya pedoman yang sama,” kata Harry Pramono.

Mereka pun akhirnya mendukung langkah Pemerintah Kota Probolinggo. “Karena langkah yang diambil Pak Wali dan Pak Wakil adalah langkah terbaik untuk masyarakat Kota Probolinggo,” sambung Harry, pengusaha di bidang IT ini.

Suasana saat Asosisasi Sahabat LautKU Probolinggo, yang mendatangi Kantor Wali Kota Probolinggo untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk tidak memperpanjang izin operasional dua tempat hiburan karaoke. (Foto: Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Komunitas ini pun berharap, dibawah kepemimpinan Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri program pemerintah kota semakin baik. “Mau menerima masukan, aspirasi dari masyarakat atau organisasi yang sifatnya membangun Kota Probolinggo,” imbuhnya.

Ya, Sahabat LautKU bukanlah komunitas yang baru muncul. Komunitas ini sudah banyak dikenal masyarakat Probolinggo, baik kota maupun kabupaten. Kegiatan mereka bersifat kesehatan dan charity, berendam di laut untuk menjaga kesehatan.

“Kami betul-betul kegiatan murni tanpa embel-embel apapun. Kami memasyarakatkan berendam di laut, karena sejatinya sehat itu murah. Sehat menjadi mahal kalau orang mulai sakit,” tutur mantan pensiunan pabrik kayu terbesar di Kota Probolinggo.

Pj Sekda Achmad Sudiyanto, yang menemui Sahabat LautKU itu mengapresiasi partisipasi dan kepedulian komunitas terhadap terhadap program kebijakan Pemerintah Kota Probolinggo. “Salah satunya kebijakan beliau berdua (Wali Kota Habib Hadi dan Wawali Subri) yang tidak memperpanjang izin di dua tempat karaoke. Komunitas Sahabat LautKU ini peduli untuk ikut partisipasi memberikan dukungan demi kepentingan masyarakat Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Seperti di dalam surat yang diserahkan kepadanya, menyebutkan karena tempat hiburan itu merusak moral masyarakat yang memanfaatkan tempat tersebut. “Artinya mereka mendukung (pemerintah) karena (kebijakannya) dianggap baik,” sambung mantan Kepala Dinas Perhubungan ini.

Menurut Sudi-panggilan akrabnya, kebijakan tidak memperpanjang tempat karaoke masyarakat dipersilahkan memberikan kontribusi yang sifatnya tidak memaksa untuk mendukung.

“Merasa terpanggil ya monggo, kalau mau mendukung bisa secara resmi. Saya rasa, masyarakat sudah pintar menilai mana yang baik dan buruk,” tegas Pj Sekda. Pagi itu, Wali Kota Habib Hadi tidak bisa menemui karena ada pertemuan di luar kota, sedangkan Wawali Subri harus menghadiri seminar di tempat berbeda. (famydecta/humas)