Pantau Kelayakan Hewan Qurban

image_pdfimage_print

Untuk memastikan keamanan dan kelayakan daging qurban Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sidak hewan qurban yang dipimpin oleh Plh Sekda Achmad Sudiyanto. Sidak di beberapa titik antara lain di Lapangan Jati, Jalan Slamet Riyadi dan di Kelurahan Sumber Wetan. 

Sidang pada Rabu (30/8) itu gabungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdaganagan dan Perindustrian (DKUPP), Majelis Ulama Indonesia (MUI)  dan Sat Pol PP.

Sukarning Yuliastuti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan beberapa minggu yang lalu. Namun pihaknya belum menemukan tanda tanda tertentu mengenai penyakit yang perlu mendapat perhatian. Hanya beberapa kambing di Jalan Slamet Riyadi yang kurang sehat dan sudah mendapat suntikan nutrisi.

“Pemeriksaan hewan kurban meliputi pengecekan bulu, selaput mata, dan gigi. Selain itu, suhu tubuh hewan dan memantau keaktifan hewan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menanggulangi adanya penyakit menular, sebelum hewan disembelih, dan usia hewan juga variatif, mulai usia satu tahun sampai tiga tahun.,” ujarnya.

Plh Sekda Achmad Sudiyanto mengungkapkan, dalam rangka memberikan kenyamanan dan kualitas baik, kambing harus sehat yang akan diberikan nanti kepada masyarakat. Ini juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar berhati hati hati dalam membeli dan memilih hewan kurban yang akan dibeli, harus sesuai dengan hukum islam.

Sekda juga mengimbau kepada penjual agar tidak menjual kambing yang belum layak jual.  “Jika tetap menjual kambing tersebut akan diangkut oleh Satpol PP, karena kami ingin memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya. 

Sementara itu, KH. Dhofir Damyati, Ketua Komisi Fatwa MUI menjelaskan ketentuan pembelian kambing harus memenuhi syarat islam yaitu jika kambing sudah berumur minimal 1 tahun sudah pupak, sehat  tidak sakit.

“Untuk penyembelihan hewan qurban harus 1 kali sembelih, pastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan atau dua urat leher telah dipotong, dilarang mematahkan leher sebelum hewan tersebut benar benar mati, hewan harus menghadap kekiblat, baca takbir, baca sholawat,” imbuhnya.

Salah satu pedagang yang dikunjungi mengungkapkan harga hewan qurban yang ia  jual yang berkisar antara Rp 1,7 Juta sampai Rp 3,5 Juta tergantung usia dan jenis hewan kurban tersebut. (mita/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.