Begini Pesan Deputi Kemenpan RB saat Mengunjungi MPP

Suasana saat Wakil Wali Kota Probolinggo Soufis Subri menerima kunjungan dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Diah Natalisa saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Probolinggo dikunjungi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Diah Natalisa, Jumat (13/9) siang. Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelayanan publik yang dilaksanakan Pemerintah Kota Probolinggo.

Deputi Diah Natalisa disambut Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri, Pj Sekda Achmad Sudiyanto, Kepala DPMPTSP Dwi Hermanto, Kabag Organisasi Heri Astuti. Rombongan berkeliling melihat sudut-sudut MPP yang terdiri dari 20 loket dan ratusan pelayanan ini.

Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB memang punya tugas melihat secara langsung kebijakan tentang Mal Pelayanan Publik dijalankan. “Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Probolinggo yang sudah mengimplementasikan dalam waktu singkat yang tentunya tidak lepas dari komitmen kepala daerahnya,” ujar perempuan bergelar profesor ini.

Menurut Deputi Diah, gedung MPP sudah bagus tinggal penataan dan menjaga yang sudah ada. “Ditingkatkan lagi koordinasinya dan perbaikan beberapa hal yang akan kami sampaikan secara tertulis. Dan, saya lihat banyak instansi dari luar Pemerintah Kota Probolinggo ikut bergabung disini (MPP),” katanya.

Ia berharap, MPP berjalan sesuai harapan dan memberikan kemudahan serta kecepatan dalam pelayanan. “Akuntabilitas, bisa meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan. Syukur-syukur dapat membahagiakan masyarakatnya,” ujar Diah.

Catatan hasil kunjungannya akan disampaikan kepada Menteri PAN-RB. Pemerintah setempat juga akan menerima rekomendasi secara tertulis. “Dijaga kebersihan, keseragaman furniture dan beberapa tambahan layanan bisa digabung agar masyarakat lebih mudah,” tutur Deputi Bidang Pelayanan Publik yang sebelumnya sudah berkunjung ke MPP Pamekasan.

Di Jawa Timur, kata Diah Natalisa, sudah banyak MPP yang di-soft launching (peluncuran awal) sama seperti Kota Probolinggo. Namun di Indonesia, baru 17 MPP yang resmi di-launching oleh Menteri PAN-RB. Jika Kota Probolinggo sudah dirasa siap, maka menteri pun akan datang dan meresmikan MPP di Jalan Basuki Rahmat ini. “Soal waktunya kami belum tahu kapan,” imbuh Diah.

Wawali Subri, yang mendampingi Diah Natalisa, menyatakan Kemenpan RB memberikan apresiasi kepada MPP Kota Probolinggo. Ia pun membenarkan ada beberapa masukan untuk MPP antara lain soal SDM, kerapian, peralatan dan penataan posisi dari pelayanan.

“Ya karena MPP ini didirikan dengan memanfaatkan apa yang sudah ada. Tentunya, semua akan kami perbaiki sesuai standar dari Kemenpan RB. MPP kita sudah sangat layak tinggal penyesuaian saja. Intinya adalah masyarakat bisa terlayani dengan baik dengan fasilitas yang layak,” kata wawali usai menerima kunjungan di MPP.

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengungkapkan pihaknya siap untuk menjalankan apa yang menjadi rekomendasi Deputi Bidang Pelayanan Publik tersebut. Ia percaya bahwa rekomendasi itu bisa menyempurnakan pelayanan publik untuk warga Kota Probolinggo.

“Perbaikan memang harus terus menerus dilakukan untuk mendukung tercapainya pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Saat ini pun kami berupaya untuk menggandeng Kementerian Hukum dan HAM agar mendirikan UKK (Unit Kerja Kantor) di Kota Probolinggo. Mohon doa restunya agar harapan masyarakat ini bisa terwujud,” jelas Habib Hadi. (famydecta/humas)