Wali Kota Salurkan Santunan Kematian untuk Dua Ahli Waris

Wali Kota Habib Hadi memberikan santunan kepada keluarga almarhum Rudiyanto. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyerahkan santunan kematian untuk dua ahli waris yakni almarhum Ludy Yanto dan almarhum Aly Rohim, Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Santunan diterima oleh istri almarhum Ludy Yanto, Nurul Jannah di Jalan Wali Kota Gatot Gang 3, Kecamatan Kanigaran, Jumat (13/9) siang. Sedangkan ahli waris almarhum Aly Rohim diterima oleh perwakilan keluarga di Jalan Ikan Dorang RT 2 RW 5, Kecamatan Mayangan.

Nurul Jannah, istri dari almarhum Ludy Yanto menceritakan suaminya memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi atau hipertensi. Sebelum meninggal pada 9 September lalu, almarhum mengalami pingsan dikantornya. “Untung saja dari temen kantor yang ada di Kecamatan Wonoasih sigap, untuk membawa almarhum ke puskesmas terdekat,” cerita Nurul.

Almarhum sempet dibawa kerumah sakit di Malang. Namun, setibanya di rumah sakit Malang tempat rawat inap penuh. Akhirnya, Ludy Yanto dibawa rumah sakit di Jember. Setelah beberapa hari dirawat, almarhum sempat sadar dan memberikan respon.

“Saya memberikan semangat dan dia tersenyum. Setelah itu, tekanan darahnya tidak stabil naik turun dan tepat pukul 12 malam beliau meninggal dunia. Sedih rasannya, saya masih belum bisa merawat almarhum,” ucapnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Probolinggo, Agus Dwi Fitriyanto menjelaskan sejak November 2017 lalu, Pemkot Probolinggo sudah mengikutsertakan 2.842 Pegawai Non ASN (PTT dan GTT) pada program ketenagakerjaan dan santunan kematian. “Saya berharap Pemerintah Kota Probolinggo tidak berhenti di dua program perlindungan jaminan kerja dan santunan kematian saja. Tapi menambahkan program jaminan hari tua dan jaminan pensiun bagi non ASN,” ujarnya.

Apabila peserta mengalami kecelakaan kerja dan terjadi resiko meninggal dunia maka BPJS ketenagakerjaan wajib membayar santunan sebesar Rp 24 juta. Peserta BPJS pasti mendapatkan jaminan perlindungan dan ahli warisnya berhak menerima santunan kematian.

“Santunan kematian ini tidak dapat menggantikan yang sudah mengalami musibah meninggal. Tapi setidaknya dengan angka Rp 24 juta, itu bisa menjadi modal usaha bagi ahli waris untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Untuk pencarian dana santunan akan diterima ahli waris pada tanggal 2 Oktober mendatang secara non tunai melalui rekening,” ucap Agus.

Wali Kota Habib Hadi mengungkapkan bela sungkawa kepada dua keluarga almarhum. “Turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga bermanfaat dan keluarga yang ditinggalkan yang sabar. Siapapun tidak tau kapan dan dimana kematian itu terjadi. Waktu duduk saja bisa meninggal dunia. Umur kita itu tidak ada yang tau, semua orang yang ditinggal menunggu giliran saja. Yang penting keluarga ikhlas,” ujar wali kota. (noviati/humas)

Wali Kota Habib Hadi memberikan santunan kepada keluarga almarhum Aly Rohim. (Foto: Doni/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)