Ungkapkan Syukur, Warga Kampung Bremi Gelar Bersih Bumi

Warga mengusung gunungan berupa hasil bumi berisi sayur dan buah yang disusun berbentuk kerucut menyerupai bentuk gunung. (Foto:Mita/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, warga Kampung Bremi di Kelurahan Sukabumi menggelar ritual bersih kampung. Seperti halnya pada Minggu (15/9), warga Kampung Bremi kembali menggelar bersih kampung dibalut dengan kirab budaya dan gunungan.

Sebanyak 19 kontingen menampilkan berbagai seni budaya meramaikan agenda tahunan tersebut. Warga juga mengusung gunungan berupa hasil bumi berisi sayur dan buah yang disusun berbentuk kerucut menyerupai bentuk gunung.

Kirab budaya dan gunungan tahun ini dimulai dari depan balai RW 1 Kelurahan Sukabumi, melewati Jalan Seruni – Jalan Anggrek, kembali ke Jalan Wijaya Kusuma – Yon Zipur Probolinggo – Jalan Dahlia – Jalan Mawar dan berakhir di depan balai RW 1 Kelurahan Sukabumi.

Sesepuh Kampung Bremi, Abdur Radjak menceritakan awal mula adanya kampung bremi. Di kampung ini terdapat sumber mata air atau sumbere bremi. Mata air ini menjadi satu–satunya sumber air, dan dimanfaatkan masyarakat bremi pada saat itu.

“Kirab gunungan sebagai ungkapan rasa syukur akan hasil bumi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita juga menghormati leluhur yang telah tiada. Dengan adanya kirab budaya dan gunungan, semoga kampung bremi menjadi aman, tentram dan sejahtera. Sehingga, para warganya hidup berkecukupan dan dilimpahkan keberkahan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Lurah Sukabumi, Ananto mengatakan kirab budaya dan gunungan merupakan serangkaian dari kegiatan bersih kampung bremi. Hingga saat ini tradisi kirab budaya dan gunungan masih ada dan berjalan. Semua ini tidak terlepas dari dukungan serta partisipasi warga kampung bremi.

Kegiatan ini merupakan gagasan dari warga kampung bremi, dari tokoh agama, tokoh masyarakat. “Tradisi semacam ini harus terus berjalan dan dilestarikan dari tahun ke tahun. Semoga warga kampung bremi lebih bersatu, lebih kompak,” harapnya.

Wiwin, warga Kampung Bremi berharap kegiatan semacam ini diadakan setiap tahun. Selain untuk hiburan, kegiatan semacam ini juga untuk mempererat tali silaturahim. “Semoga kita, khususnya anak – anak muda tahu tradisi dan sejarah kampung bremi,” harapnya.

Hal senada juga diungkapan Indah, warga Kampung Bremi. Ia berharap agar warga Kampung Bremi selalu menjaga tradisi untuk menyambung tali silaturahim. “Insya Allah kita bisa saling bahu membahu untuk kemajuan kampung bremi,” ungkapnya.

Tidak hanya budaya Kota Probolinggo yang ditampilkan dalam kirab budaya dan gunungan Kampung Bremi tahun ini. Beberapa kesenian dan atraksi budaya antara lain, tarian Sekar Bayuangga, kesenian Betawi beserta Ondel – ondelnya, budaya Papua, kesenian Bali, senam Maumere, dance empat jari, adat Bayuwangi, dan parade musik Sawunggaling menjadi bagian dari kirab budaya dan gunungan tahun 2019 ini. (Mita/Humas)