Kota Probolinggo Raih WTN ke-10, Masuk 10 Daerah tanpa Catatan

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyerahkan Piala WTN ke-10 dengan predikat tanpa catatan kepada Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, di JCC, Minggu (15/9) pagi. foto: humas kemenhub
image_pdfimage_print

JAKARTA – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi di kancah nasional pada tahun 2019 ini. Minggu (15/9), Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk yang ke-10 kalinya dengan predikat tanpa catatan. Penghargaan ini diberikan karena pemerintah setempat dinilai telah melakukan tata kelola transportasi yang baik.

Bertempat di Jakarta Convention Center, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Habib Hadi –sapaan akrab wali kota-. Terpilihnya Kota Probolinggo sebagai salah satu penerima penghargaan WTN itu sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 180 tahun 2019 tentang penetapan kota/ kabupaten dan provinsi sebagai penerima penghargaan WTN tahun 2019.

Penghargaan WTN diterima secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Probolinggo sejak 2008 sampai 2017 lalu. Pada tahun 2014, sempat meraih WTN Kencana. Tahun 2018 tidak ada WTN. Sebab, kementerian memulai penilaian WTN dengan format baru selama tahun 2018 yang diterima oleh pemerintah daerah saat Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2019.

Penilaian WTN meliputi lima bidang transportasi. Yaitu manajemen keselamatan jalan; jalan yang berkeselamatan; kendaraan yang berkeselamatan; perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan; penaganan pra dan pasca kecelakaan yang cepat dan tanggap.

Selain itu, rendahnya angka kecelakaan kendaraan bermotor dan adanya inovasi transportasi pelajar serta SIM pengujian kendaraan bermotor menambah nilai dalam kelayakan Pemerintah Kota Probolinggo mempertahankan penghargaan tersebut.

“Kalau indikatornya lumayan banyak, meliputi semua bidang perhubungan dengann bobot persentase masing-masing. Seperti lalu lintas (20 persen), angkutan umum (15 persen), sarana transportasi darat (25 persen), prasarana transportasi darat (15 persen) dan bidang umum (25 persen),” ujar Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Purwantoro Noviyanto.

 

Sinergi Antar Instansi

Menurut Purwantoro, saat paparan pada April 2019 lalu, diketahui tim penilai berasal dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Mabes Polri, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan pakar transportasi Indonesia.

Dan, hasilnya penerima sertifikat WTN sebanyak 145 kabupaten/kota; penerima Piala WTN Tanpa Catatan sebanyak 39 kabupaten/kota; Piala WTN dengan Catatan 38 kabupaten/kota.

Di Provinsi Jawa Timur, hanya ada 10 daerah penerima Piala WTN Tanpa Catatan. Yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kabupaten Jember, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Ponorogo.

“Dari semua aspek, Kota Probolinggo telah memenuhi tata kelola transportasi yang baik dan ada sinergitas dengan semua stakeholder perhubungan yang saling mendukung seperti Polres Probolinggo Kota khususnya Satlantas, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja,” kata Purwantoro lagi.

Meskipun sudah menerima penghargaan WTN, Kota Probolinggo masih punya tantangan yang harus dihadapi. Seperti melakukan sosialisasi dan pendidikan lalu lintas terhadap perilaku masyarakat. Harapannya, agar masyarakt terus meningkatkan peran serta dalam membangun kebersamaan untuk mewujudkan ketertiban, kelancaran dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Probolinggo.

“Misalnya mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak melawan arah arus lalin, menggunakan helm bagi roda dua dan sabuk pengaman bagi roda empat, parkir sesuai pada tempatnya dan sebagainya,” imbuh alumni STPDN ini.

Tantangan lain di bidang transportasi, masih menurut Purwantoro, yaitu pengembangan traffic manajemen dan tata kelola transportasi massal melalui pemanfaatan teknologi menuju smart city.

Dishub setempat pun sudah mempersiapkan langkah menjawab tantangan yang dimaksud. Berupa peningkatan traffic manajemen dengan sistem intelligent traffic system, pengembangan jaringan smart PJU, penggunaan smart card pengujian kendaraan bermotor, dan rencana terhadap peningkatan transportasi angkutan pelajar menuju gratis dan angkutan Kota Probolinggo berbasis aplikasi.

 

Jadi Motivasi

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Wali Kota Habib Hadi menegaskan penghargaan ini akan menjadi motivasi Pemerintah Kota Probolinggo dan seluruh warga kota agar lebih menyadari ketertiban berlalu lintas.

“Memang banyak tantangan dan hal-hal yang harus kita perbaiki, karena ini berhubungan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat. Karena sejatinya, WTN ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi,” ujar wali kota, yang menerima penghargaan didampingi Kepala Dishub Sumadi dan Kepala Dinas PUPR Amin Fredy.

Habib Hadi menuturkan, informasi yang ia terima dari OPD terkait, selama ini sistem lalu lintas di Kota Probolinggo yang diimbangi menurunnya angka kecelakaan lalu lintas serta angkutan yang tertib menjadi poin keberhasilan dalam membina tata kelola transportasi. Khususnya di bidang lalu lintas, angkutan jalan serta aspek penataan transportasi yang berkelanjutan berbasis kepentingan publik serta ramah lingkungan.

“Semoga dengan Piala WTN Tanpa Catatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas dengan mengedepankan keselamatan bersama,” katanya.

“Tentunya, terima kasih kepada semua pihak, baik itu Polri atau Jasa Raharja sehingga prestasi ini bisa kita pertahankan bersama. Penghargaan bukan segala-galanya, tetapi bagaimana kita bisa menggandeng seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib adalah yang utama. Dan juga, selalu berinovasi,” tegas Habib Hadi, Minggu malam. (famydecta/humas)