Lagi, Dukungan Menutup Tempat Karaoke Semakin Bertambah

Ketua PGRI Kota Probolinggo Slamet Zainul yang memberikan surat pernyataan sikap atau dukungan kepada pemerintah Kota Probolinggo terkait penutupan tempat hiburan malam. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Meski konflik penutupan tempat karaoke di Kota Probolinggo mulai mereda, dukungan terkait kebijakan itu pun terus bertambah. Salah satunya yang disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Probolinggo Slamet Zainul yang membawa surat pernyataan sikap atau dukungan ke Pemerintah Kota Probolinggo, Senin (16/9) siang.

Kedatangan Slamet Zainul bersama beberapa pengurus diterima Wawali Mochammad Soufis Subri, Staf Ahli Paeni, Staf Ahli Nanang dan Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo. Pertemuan di ruang kerja wawali itu berlangsung cukup lama.

Terkait isu yang berkembang mengenai penutupan atau tidak diperpanjangnya izin dua tempat hiburan malam, atas nama Keluarga Besar Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo mendukung sepenuhnya dan sepakat terhadap langkah yang diambil Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Alasan PGRI mendukung langkah itu adalah karena tempat karaoke berdampak merugikan masyarakat pada konteks keagamaan dan terutama pada dunia pendidikan dimana pada saat ini pemerintah sedang giat-giatnya membangun pendidikan yang berkarakter.

Suasana saat PGRI Kota Probolinggo  menemui Wakil Wali Kota Probolinggo untuk meberikan dukungan terkait penutupan tempat hiburan malam.

Di dalam surat itu yang ditandatangani Slamet Zainul dan Sekretaris PGRI Suparno juga disebutkan, tempat karaoke itu membuka peluang terjadinya tindak asusila, penyebaran minuman keras dan narkoba serta lambat laun dapat mengikis akhlak dan moral para generasi penerus bangsa.

“Manfaatnya tidak ada, apalagi untuk generasi muda. Makanya kami tidak mendukung sama sekali. Sangat menganggu lingkungan masyarakat apalagi pendidikan. Kota Probolinggo ini pendidikannya 10 besar di Jawa Timur dan guru-gurunya berprestasi. Kalau mau buat hiburan cari alternatif lain yang positif, apalah,” tutur Slamet Zainul bersemangat.

Selain kepada Wali Kota Habib Hadi, surat itu juga disampaikan kepada Wawali Subri, Ketua DPRD Abdul Mujib dan Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo. “Terima kasih, kami sampaikan kepada pengurus dan anggota PGRI yang sudah menyatakan sikapnya mendukung Pemerintah Kota Probolinggo. Tentunya, ini menjadi penyemangat kami bahwa kami tidak sendiri. Kami didukung berbagai elemen masyarakat,” kata Subri. (famydecta/humas)