Sanggar Panji Laras Juara Festival Jaran Bodhag

image_pdfimage_print

 

Salah satu kegiatan yang selalu ada dalam rangkaian Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) adalah Festival Jaran Bodhag. Jaran Bodhag merupakan kesenian tradisional asli Kota Probolinggo yang disajikan dengan bentuk arak-arakan dan diiringi musik kenong telo’ dengan tambahan sronen. Kesenian Jaran Bodhag ini telah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Maka dari itu, dengan tujuan untuk melestarikan seni Jaran Bodhag, diadakanlah festival tahunan Jaran Bodhag pada Sabtu (2/9).

Diawali dengan pawai sepanjang Jalan Suroyo dan berakhir di Museum Probolinggo, para peserta menampilkan kreasinya dalam penyajian Jaran Bodhag. Dalam festival kali ini, selain juara, akan dipilih penyaji musik terbaik, penyaji tata rias terbaik, penyaji kostum terbaik, penyaji penari terbaik, penyaji koreografi terbaik, dan peserta favorit. “Tiap tahun kita mencoba untuk membuat kreasi, entah itu gerakan tari, kostum penari ataupun dekorasi kudanya,” kata Yuyun, pemilik sanggar Mardi Budoyo.

Agus Efendi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo mengatakan kegiatan ini untuk penguatan dan pengembangan nilai seni yang berakar pada nilai luhur budaya tradisi. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kreatifitas dan produktifitas pelaku kesenian Jaran Bodhag terutama untuk para kawula muda agar mencintai kesenian khas Kota Probolinggo,” kata Agus.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Achmad Sudiyanto pun mengatakan bahwa kegiatan ini untuk meregenerasikan seniman muda khususnya pada kesenian Jaran Bodhag di Kota Probolinggo agar tetap eksis dan berkembang di masa mendatang. 

“Ajang penampung bakat dan kreatifitas bagi anak muda merupakan sebuah kiat positif untuk dilakukan, sehingga para muda tidak sampai terjerumus ke hal-hal yang negatif, seperti penyalahgunaan obat terlarang, kriminal, dan lain sebagainya,” kata Sudi-sapaannya.

Kali ini, sebanyak 15 peserta mengikuti festival. Penilaian festival kali ini meliputi kreatifitas, harmonisasi, dan ketepatan durasi saat tampil di panggung. Terdapat tiga juri yang menilai, merupakan perwakilan dari Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKK Pro), dan budayawan setempat. Sanggar Panji Laras ditetapkan sebagai juara pertama, diikuti oleh sanggar Oklek dan Mardi Budoyo sebagai juara kedua dan ketiga. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.