Wakil Wali Kota Soufis Subri saat memaparkan SAKIP Pemerintah Kota Probolinggo. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Tim evaluasi pembinaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi dan pembinaan implementasi SAKIP di Kota Probolinggo. Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri membuka kegiatan tersebut yang dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Probolinggo di Sabha Bina Praja, Selasa (17/9).

Ketua Tim SAKIP Jawa Timur Nana Fajar Priyantoro menjelaskan, tujuan evaluasi dan pembinaan SAKIP bukan sekadar untuk menilai dan bukan untuk kepentingan di setiap OPD Pemerintah Kota Probolinggo.

“Setelah kita melihat dan mendalami, tim evaluasi akan memberikan nilai sesuai apa yang kita dalami. Nilai tersebut akan diserahkan ke Kemenpan RB, setelah itu kami akan memberikan saran dan masukan terkait apa yang kita lihat. Jadi kami mengevaluasi bukan mengoreksi saja tapi juga memberikan saran akan memberikan solusi yang terbaik untuk masing-masing perangkat daerah, dan tidak kalah penting juga akan memonitoring tindak lanjut laporan evaluasi SAKIP Kota Probolinggo di tahun kemarin,” kata Nana.

Ketua Tim SAKIP Jawa Timur Nana Fajar Priyantoro saat sambutan acara evaluasi dan pembinaan SAKIP. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Nana Fajar Priyantoro juga menginformasikan Provinsi Jatim adalah satu-satunya provinsi dengan kabupaten/kota dengan SAKIP berpredikat A terbanyak. Di tahun 2018 ada 5 kabupaten mendapat nilai A dengan jumlah 9 kabupaten/kota se- Indonesia yang mendapatkan nilai A.

“Jadi 5 daerah ada di Provinsi Jatim dan yang 4 tersebar di seluruh Indonesia, ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa,” ucap Nana yang juga menjabat sebagai Kasubag Akuntabilitas Kinerja pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu Wakil Wali Kota Soufis Subri menyampaikan SAKIP Kota Probolinggo di tahun 2018 berada dipredikat BB dengan nilai 70,41. “Dengan adanya tim evaluasi SAKIP dari Provinsi Jatim datang ke Kota Probolinggo semoga dapat memberikan saran terbaik untuk memperbaiki SAKIP Pemerintah Kota Probolinggo dan bisa naik predikat jadi A,” tuturnya.

“Karena itu, seperti yang disampaikan Bapak Wali Kota, mohon untuk seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo agar menindaklanjuti semua arahan maupun masukan dari tim evaluasi SAKIP Jatim, untuk peningkatan SAKIP lebih baik lagi,” sambungnya.

Dalam kesepatan itu, Wawali Subri juga memaparkan SAKIP Pemerintah Kota Probolinggo kepada tim evaluasi pembinaan SAKIP Jatim, sebelum dilakukan evaluasi oleh tim tersebut. (soni/humas)

 

The evaluation team of Working Units Performance Accountability (SAKIP) of the East Java Provincial Government conducted an evaluation and guidance for the implementation of SAKIP in Probolinggo City. Probolinggo Vice Mayor Mochammad Soufis Subri opened the event which was attended by all heads of the working units on Tuesday (17/9).

Chairman of East Java SAKIP Team Nana Fajar Priyantoro explained, the purpose of SAKIP evaluation and guidance is not just to assess and not for the interests of every working unit in the Probolinggo municipal administration.

“After we look and explore, the evaluation team will give a value according to what we explore. The value will be submitted to the Ministry of State Apparatus and Bureaucracy Reform (KemenPAN & RB) before we provide suggestions and input related to what we evaluate. So we do evaluation not only in correcting but also giving advice that will provide the best solution for each regional apparatus, and no less important will also monitor the follow-up of the SAKIP evaluation report for Probolinggo City last year,” Nana said.

Nana Fajar Priyantoro also informed East Java Province as the only province with regencies/cities with the highest SAKIP with the predicate A. In 2018, 5 regencies get an A with 9 regencies/cities in Indonesia that get an A.

“So 5 regions are in East Java Province and 4 are spread throughout Indonesia, this is an extraordinary achievement,” said Nana, who also served as Head of Performance Accountability section of Organization Biro at the Regional Secretariat of the East Java Province.

Meanwhile, Vice Mayor Soufis Subri said that SAKIP of Probolinggo City in 2018 was in BB predicate with a value of 70.41. “With the SAKIP evaluation team from East Java Province coming to Probolinggo City, hopefully, they can provide the best advice to improve the SAKIP of the Probolinggo City Government and can rise to the title of A,” he said.

“Therefore, as conveyed by the Mayor, please all heads of the working units in the Probolinggo City municipal administration to follow up all directions and input from the East Java SAKIP evaluation team, to improve SAKIP even better,” he continued.

In this agreement, Vice Mayor Subri also explained SAKIP of the Probolinggo City municipal administration to the East Java SAKIP development evaluation team, before the evaluation was carried out by the team.