Peduli dengan IKM Pemkot Gelar Penganugerahan IKM Award Tahun 2019

Pj Sekda saat memberikan penghargaan kepada salah satu pemenang lomba IKM Award. (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan– Sebagai wujud keberpihakan dalam mendorong dan meningkatkan pengembangan IKM (Industri Kreatif dan Mandiri) di Kota Probolinggo, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan penghargaan para pelaku IKM. Melalui DKUPP (Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian) bekerjasama dengan salah satu perusahaan surat kabar lokal, Pemkot Probolinggo menggelar penganugerahan IKM award tahun 2019. Penganugerahan ini juga sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada IKM yang telah mewujudkan komitmennya untuk ikut serta menyerap tenaga kerja dan meningatkan taraf hidup masyarakat Kota Probolinggo.

Setelah melalui beberapa proses penilaian sejak tanggal 21 Agustus 2019 lalu, Rabu (18/9) penganugerahan itu dilaksanakan. Penganugerahan diberikan kepada 10 IKM terbaik pilihan juri. Acara penganugerahan tersebut digelar di Ruang Majapahit Balle Hinggil Kota Probolinggo.

Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi menyatakan, kegiatan ini bertujuan agar pelaku IKM meningkatkan kualitas produknya. Selain itu, penjurian juga untuk mengukur potensi diri pada masing-masing IKM, serta mendorong IKM sebagai basis penguatan ekonomi.

Kepala Bidang Pengembangan Industri dan Perdagagan Provinsi Jawa Timur Saiful Janan mengungkapkan, dari 816.000 unit usaha 97 persen lebih merupakan IKM. Hal ini menggambarkan bahwa betapa strategisnya produksi IKM ini dalam menopang ekonomi di Jawa Timur.

“Maka berbahagialah para IKM di Kota Probolinggo, karena pemerintahnya sangat peduli kepada kemajuan IKM. Penganugerahan ini menjadi salah satu pengakuan kepada para IKM di Kota Probolinggo. Karena tidak semua Pemerintah Kota/Kabupaten memprioritaskan IKM di daerahnya,” terang Saiful disambut tepuk tangan para undangan.

Saiful juga berpesan agar para IKM meningkatkan kreativitas dan legalitas, serta membuat produk yang mempunyai standart yang jelas demi meningkatkan daya saingnya. “Pada kesempatan ini, kami menyediakan mobil dari UPT. Pengembangan Program Industri yang melayani merk, barcode maupun SNI. Bahkan untuk pembuatan kemasan yang belum menarik dan tidak memenuhi standart, sekaligus pembuatan desain dan cetaknya secara gratis. Ini dalam rangka meningkatkan kualitas maupun standar produk,” ungkapnya.

Pagi itu, Penjabat Sekda Achmad Sudiyanto bersama Ketua Dekranasda Aminah Hadi Zainal Abidin menyerahkan penghargaan kepada para pemenang IKM award 2019. Di antaranya kepada kategori IKM perintis, yakni Abdul Hamid dengan produksi kursi cimol nya meraih juara harapan II. Juara harapan I Taufik dengan produk Fara Queen, Juara III Agustinus Eko pembuat Blackwood Draf Indonesia, Juara II diraih oleh Muhammad pembuat Bunga STI Produk dan Maryam oleh Afiana keluar menjadi juara pertama di kategori ini.

Selanjutnya kategori IKM Muda, juara pertama di raih oleh Oktavia Kusuma Ningsih “Pradipta Jaya Food”, juara ke dua Katarina Suhendar “UD Srikandi, dan juara III Friday Purnama Sari “Day Art”. Sedangkan untuk juara harapan I diberikan kepada Saiful Hadi “Kedai Kelor” dan juara harapan II Siti Malikhah “Batik Manggur”.

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda mengucapkan selamat bagi para peserta lomba IKM award tahun 2019 yang telah mengikuti lomba, untuk kategori IKM perintis maupun IKM muda. ”Semoga ke depannya akan lebih maju, mempunyai semangat dan daya saing dalam menghadapi persaingan pasar yang kian ketat. Mudah-mudahan yang sudah mendapat penghargaan hari ini bisa mengikuti IKM award tingkat Provinsi,”ungkap Sudi sapaan akrabnya. (Malinda/Humas)