Duduki Peringkat 19 di Popda Jatim “The City in 19th Place of East Java POPDA Ranking”

image_pdfimage_print

Kota Probolinggo berhasil menduduki peringkat ke 19 dari 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur yang mengikuti Pekan Olahraga Daerah (POPDA) III tahun 2014 di Kabupaten Gresik, 24-28 September lalu, dengan menyabet 1 medali emas, 4 medali perak dan 5 medali perunggu.

Probolinggo city are in 19th place of 38 East Java cities/regencies who participated at third East Java POPDA (Pekan Olahraga Daerah) 2014, a regional sports event, held in Gresik Regency on last September 24th-28th. The city succeeded achieving 1 gold medal, 4 silver medals, and 5 bronze medals.

Raihan medali emas dari cabang olahraga (cabor) renang gaya dada 200 meter oleh M.Dandi Sukmana dari SMPLB Sinar Harapan. Kota Probolinggo menurunkan 115 kontingen POPDA Jatim. 10 cabor yang diikuti antara lain senam, atletik, renang, karate, silat, tenis lapangan, tenis meja, voli putri, sepak takraw, dan bulu tangkis. Para atlet yang dikirim untuk mengikuti POPDA Jatim 2014 ini merupakan anak usia sekolah dengan tahun kelahiran maksimal Desember 1997.

It was M. Dandi Sukamana, a student of SMPLB Sinar Harapan, who emerged as the 200 m swimmer winning the one and only gold medal the city had. A total of 115 contingents were selected to compete in 10 sports at East Java POPDA. Those are gymnastic, athletics, swimming, karate, martial arts, court tennis, women volleyball, kick volleyball, and badminton. The athletes sent to compete at the event were school-age children who were born in Desember 2007 and below.

Untuk medali perak diraih dari cabor renang gaya ganti 200 meter, senam alat simpai, bulutangkis ganda putra, dan atletik 5000 meter. Sementara medali perunggu berhasil diraih dari cabor renang 200 meter, senam alat gada, atletik 1500 meter, dan 2 medali perunggu untuk senam lantai.

The silver medal was achieved from 200 m swimming, gymnastic using hoop tool, badminton men’s doubles, and 5,000 m athletics. While the bronze medal was achieved from 200 m swimming, gymnastic using mace tool, 1,500 m athletics, and 2 other bronze medal from gymnastics.

Pekan Olahraga pelajar Daerah (POPDA) dinilai sebagai salah satu pilar pembinaan olahraga nasional. Dimana dari ajang tersbut sering dilahirkan atlet – atlet berbakat dan berprestasi. Regenerasi atlet di Jatim dimulai dengan mendirikan sentra olahraga yaitu pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar (PPLPD), Sekolah Menengah Umum Olahraga (SAMANOR), maupun pembinaan klub olahraga prestasi. Ini semua dilaksanakan berjenjang mulai dari POR SD hingga Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang diikuti pelajar SMP maupun SMA. Selain itu Popda bisa juga menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi antar pelajar dan sekolah.

POPDA is considered as one of national sport development basis. It often emerged new young and talented athletes. The regeneration of athletes in East Java was started by having sport center called as Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLPD), a sports training center for students, Sekolah Menengah Umum Olahraga (SAMANOR), a high school which concentrates on sport, and developing sport clubs which have shown their achievement. The event was implemented in all levels from elementary school to high school. Besides, POPDA is being an event to keep the students and schools in touch.

Pada saat pelepasan kontingen POPDA, Walikota Probolinggo Rukmini sempat berpesan kepada para atlet yang akan berkompetisi di POPDA tahun 2014 ini agar bisa mengharumkan nama Kota Probolinggo di tingkat Provinsi. Dan, harapan itu pun akhirnya terjawab meski masih berada di posisi ke 19.

Having launched the event, Probolinggo Mayor, Rukmini deliver her message to the athletes competing at POPDA 2014 to make the city proud at Provincial level. And, the message successfully affected them although the city were in 19th place.

“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para atlet yang sudah berjuang sepenuh hati dan dengan penuh semangat membela kota Probolinggo di tingkat provinsi,” ujar walikota.

“We were very grateful and would like to say our thanks to the athletes who have fought with all of their heart and spirit to make the city proud at provincial level,” said mayor.

Dengan adanya ajang kompetisi ini diharapkan akan muncul atlet – atlet baru berprestasi yang akan mengharumkan nama kota Probolinggo. Dengan semakin banyaknya bibit atlet berprestasi yang muncul dari para pelajar tidak menutup kemungkinan dipandang oleh pemerintah pusat dari sisi pembangunan olahraga. Sebab Jawa Timur merupakan daerah yang banyak menyumbangkan atlet cukup banyak pada event nasional.

By implementing this kind of event, it is expected that new talented athletes will emerge and make the city proud. By having those talented athletes, it is possible that they would get the central government’s attention to be participated in sport development. It is due to the fact that East Java is the province which has a big role sending its athletes to national events.

Jawa Timur sendiri tahun 2014 ditunjuk sebagai tuan rumah PON Remaja, yang selanjutnya juga sebagai penyelenggara Asean Youth Game pada tahun 2019. Diharapkan dari digelarnya Pekan Olahraga Pelajar Darah (POPDA) ini, ada beberapa atlet dari kota Probolinggo yang bisa mewakili untuk berlaga di event nasional.

East Java itself in 2014 was appointed to be the host of Teenage PON (Pekan Olahraga Nasional), a national sport event for teenagers, and East Java is appointed to be the implementer of Asean Youth Game in 2019. It is expected that by implementing POPDA, there are several Probolinggo City’s athletes who will represent the city at national level.

Popda tahun 2014 ini adalah yang ke – 10 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pesertanya mengalami peningkatan secara signifikan karena hasil verifikasi atlet terdapat cabang olehraga yang diikuti oleh 38 Kabupaten/ Kota se Jawa Timur yaitu atletik. Ini artinya semakin berkembang potensi atlet dengan baik dan merata, tidak didominasi oleh kota besar saja. Secara keseluruhan jumlah atlet yang mengikuti Popda tahun 2014 sebanyak 4.459 orang atlet. (din)

POPDA 2014 was the tenth event held by the Government of East Java. There was significant increasing number of participants this year since athletics was a new sport that 38 East Java cities/regencies have to compete. It means that the potency of athletes is getting even and well developed, not dominated by big cities. Overall, the number of athletes competing at POPDA 2014 was 4,459 athletes.

Leave a Reply

Your email address will not be published.