Piala WTN ke-10 Dikirab Bareng Jalan Sehat

Wakil Wali Kota memberikan piala WTN kepada kepala Dishub Kota Probolinggo. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2019, Dinas Perhubungan Kota Probolinggo menggelar jalan sehat sekaligus kirab piala Wahana Tata Nugraha (WTN) ke 10, Jumat (20/9) pagi. Wawali Mochammad Soufis Subri pun ikut jalan yang mengambil start di Museum Probolinggo lalu melintasi Jalan Suroyo – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Dr Soetomo- Jalan Imam Bonjol kembali ke Jalan Suroyo.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mempresentasikan kepada masyarakat bahwa perhubungan mempunyai fungsi pelayanan menjadi wahana untuk meningkatkan sinergitas dan solidaritas memperkokoh insan perhubungan,” ujar Kepala Dishub Sumadi.

Tema Hari Perhubungan Nasional 2019 adalah Merajut Nusantara Membangun Bangsa Bakti Nyata Insan Perhubungan untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju. Jalan sehat diikuti 1127 peserta yang terdiri dari OPD, kepolisian hingga pelajar.

“Kami berterimakasih karena komitmen organda, pengusaha, polresta dan seluruh masyarakat dalam dukungannya tata kelola transportasi yang baik di Kota Probolinggo sehingga kita mendapatkan kembali piala WTN ke 10 secara berturut-turut sejak tahun 2008,” katanya.

Suasana saat jalan santai dalam rangka Hari Perhubungan Nasional. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Dalam sambutannya, Wawali Subri menuturkan, piala WTN ke-10 yang didapat Kota Probolinggo menyatakan, secara purna sebetulnya Kota Probolinggo telah mencapai capaian tertinggi terkait mengelola transportasi dan lalu lintas.

“Harus disyukuri, kami berharap dengan sangat agar penghargaan ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat Kota Probolinggo. Implementasi terkait lalu lintas dijalankan dengan baik. Penghargaan ini liner dengan wajah kota yang terus berbenah memberikan tata kelola transportasi yang layak,” katanya.

Subri juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada stakeholder yang membantu menata transportasi di Kota Probolinggo. Ia pun meminta semakin seringnya mendapat penghargaan juga menjadi cermin intelektual berlalu lintas. Pemerintah harus mampu memberikan kontribusi lebih baik kepada masyarakat.

“Kami mohon dukungan kepada semua pihak, sekiranya penyelesaian permasalahan transportasi bisa diselesaikan dengan baik. Kami sudah melakukan banyak hal tinggal bagaimana masyarakat mendukung dan berpartisipasi,” pesan wawali. (famydecta/humas)