Wali Kota Beri Edukasi Pentingnya Menjaga Lingkungan

Wali Kota Habib Hadi kerja bakti sekaligus memberikan pengarahan kerja bakti kepada warga di wilayah Kalibungor . (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Saban hari Jumat, menjadi harinya bersih-bersih lingkungan bagi Pemerintah Kota Probolinggo. Wali Kota Hadi Zainal Abidin atau Wawali Mochammad Soufis Subri kerap turun ke banyak lokasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Seperti yang terlihat Jumat (27/9) pagi, Wali Kota Habib Hadi memberikan pengarahan kerja bakti kepada warga di wilayah Kalibungor di Jalan Lumajang, Kecamatan Wonoasih. Tidak hanya pegawai kecamatan, kelurahan, TNI dan Polri, emak-emak di sekitar sungai pun ikut ambil bagian membersihkan lingkungan sungai yang rawan banjir ketika musim hujan. BPBD pun menurunkan perahu untuk menjangkau sungai tersebut.

“Kami mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Semua harus selalu menjaga kebersihan, jika ada masyarakat yang tidak memahami terus terus kita edukasi. Peran serta ini untuk mewujudkan wisata lokal. Bersama-sama mengedukasi masyarakat supaya masyarakat punya kesadaran terhadap lingkungan,” kata wali kota saat bertatap muka dengan masyarakat yang ikut kerja bakti.

Habib Hadi juga berharap, bersama pemerintah, masyarakat bisa menjaga lingkungan dengan baik untuk kemudian dimanfaatkan hingga berdampak ekonomi. “Apabila masyarakat dilibatkan bersih-bersih, ada potensi wisata yang terlihat. Potensi wisata yang bagus dan bisa berdampak ekonomi jika masyarakat bisa mengembangkannya,” harapnya.

Para emak-emak di sekitar sungai pun ikut ambil bagian membersihkan lingkungan sungai. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Camat Wonoasih Deus Nawandi menuturkan, kegiatan ini menyikapi inisiasi masyarakat yang terlihat greget mengembangkan lingkungannya. Pihaknya hanya memicu, memberikan stimulan ide yang positif untuk kemudian ditindaklanjuti oleh warga.

“Soal wisata itu efeknya. Yang utama adalah lingkungan bersih dan kalau musim hujan terbebas dari banjir. Sekarang masih dalam tahap awal yaitu penyadaran masyarakat,” tutur Deus.

Terkait pengembangan wisata, lanjut Camat Deus, akan mencarikan peluang bantuan dari anggaran kelurahan atau dari sumber dana lain. Kalibungor sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mini river tubing (berselancar menggunakan ban di sungai), semi bumi perkemahan dan mini outbound.

“Persiapannya kami lakukan secara bertahap. Ini masih langkah awal untuk pembersihan, nanti juga ada pengecatan dan penghijauan secara bertahap,” ujar mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini. (famydecta/humas)