Habib Hadi: Pancasila, Pemersatu Bangsa dan Sumber Kekuatan

Wali Kota Habib Hadi saat bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Yon Zipur 10. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Yon Zipur 10 Jalan Soekarno Hatta, Selasa (1/10). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wali Kota Hadi Zainal Abidin, sedangkan pembaca naskah ikrar pancasila Ketua DPRD Abdul Mujib.

Anggota Forkopimda seperti Kapolres AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, perwakilan Pengadilan Negeri (PN), Pj Sekda Achmad Sudiyanto pun hadir mengikuti upacara. Peserta upacara terdiri dari pegawai pemkot, TNI, Polri dan pelajar.

“Marilah kita berdoa, untuk yang muslim silahkan membaca surat Al Fatihah. Untuk yang beragama lain menyesuaikan keyakinan masing-masing,” kata Habib Hadi-sapaan wali kota, saat memimpin doa dalam rangkaian upacara.

Berbeda dengan upacara lainnya, kali ini tanpa amanat inspektur upacara atau seremonial penyerahan simbolis. Langsung pada pembacaan UUD 1945 dan pembacaan naskah ikrar pencasila.

Dalam naskah ikrar yang ditandatangani Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berbunyi, bahwa mereka yang melakukan pramuka menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri terhadap NKRI.

Rongrongan tersebut dimungkinkan oleh kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan pancasila sebagai ideologi negara. Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur ideologi pancasila, bangsa Indonesia tetap akan memperkokoh tegaknya NKRI.

“Maka di hadapan Tuhan yang Maha Esa, dalam memeringati hari kesaktian pancasila, kami membulatkan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI,” tegas Abdul Mujib membacakan ikrar, pagi itu.

Usai rangkaian upacara berlangsung, Forkopimda bersama seluruh perwakilan upacara pun membuat yel-yel. “Saya NKRI, saya Pancasila, kami Bhineka Tunggal Ika,” teriak mereka dengan kompak.

Bagi Wali Kota Habib Hadi, pancasila ada suatu hal yang menjadi pemersatu bangsa. Dengan adanya pancasila, perbedaan menjadi suatu kekuatan. “Saling menghargai dan mengamalkan lima sila tersebut. Kami berkomitmen bersama-sama sebagai anak bangsa terus menggaungkan pancasila,” katanya.

Dengan pancasila, hubungan tali persaudaraan etnis, agama, suku, budaya dan bangsa di Indonesia harus bersatu bersama-sama tanpa melihat siapapun yang berusaha memecahbelah persatuan dan kesatuan, selalu bersatu menatap bangsa Indonesia.

“Masyarakat harus memilah-milah mana yang baik mana yang benar. Jangan mudah menerima begitu saja, harus interospeksi diri. Sama-sama melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kota Probolinggo harus menjadi contoh ke-bhinekaan, keberagaman di Kota Probolinggo menjadi kerukunan,” pesan wali kota. (famydecta/humas)

Para peserta upacara dalam memperingati  Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Yon Zipur 10. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)