Wali Kota Imbau Penggunaan Baju Batik di Hari Batik Nasional

Bunga Jelita saat tampil menggunakan batik khas Kota Probolinggo pada acara batik fashion show didepan Kantor Pemkot Probolinggo tahun kemarin. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Rabu, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Untuk itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menandatangani surat edaran (SE) tentang peringatan Hari Batik Nasional. Isinya, mengimbau penggunaan baju batik dalam negeri untuk semua karyawan di Kota Probolinggo.

SE tersebut berdasarkan SE Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tanggal 1 Oktober, nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019. Imbauan itu berlaku untuk seluruh instansi atau perusahaan, lingkungan kerja serta Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengenakan baju batik.

“Yang punya motif batik Kota Probolinggo, saya harap dipakai. Kita tunjukkan bahwa batik adalah khas untuk Indonesia. Apalagi di Kota Probolinggo ini ada 150 batik khas, tanpa promosi atau gerakkan memakai batik kita tidak akan mengingat sungguh luar biasanya warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada 2 Oktober tahun 2009 lalu,” kata Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Tidak hanya di lingkungan kerja. Pemberlakuan ini pun dijalankan juga oleh lembaga pendidikan di Kota Probolinggo. Pesan menggunakan batik tersampaikan melalui whatsapp group (WAG) wali murid pada Selasa (1/10) siang.

“Sebagai tunas bangsa, anak-anak harus dikenalkan pada batik sedini mungkin. Supaya anak-anak kita menghargai dan bangga atas batik sebagai pakaian nasional bangsa Indonesia,” ujar kepala PAUD Saila Smart School Novita Aryati. (famydecta/humas)