Kemenkeu Serahkan Piagam Bagi Pemda Peraih Opini WTP

Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo memberikan piagam penghargaan opini WTP kepada Wali Kota Probolinggo Habib Hadi. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

SURABAYA – Setelah Pemerintah Kota Probolinggo menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), 17 Mei lalu. Kini giliran Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo memberikan piagam penghargaan opini WTP kepada pemerintahan yang dipimpin Wali Kota Hadi Zainal Abidin ini.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Mardiasmo didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Ruang Singosari Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (2/10) siang. Nampak hadir mendampingi Wali Kota Probolinggo, Kepala BPPKAD Imanto dan Plt. Inspektur Tartib Goenawan. Selain Kota Probolinggo, sejumlah daerah yang mendapatkan opini WTP dari BPK RI juga menerima penghargaan serupa.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Keuangan RI mengapresiasi atas capaian opini atas laporan keuangan yaitu WTP oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Penghargaan ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat, dengan melakukan praktik pengelolaan keuangan yang sehat, disertai dengan efektivitas sistem dan kepatuhan terhadap perundang-undangan.

“Dengan capaian opini WTP ini kita harus bersinergi dan berkolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Antara pimpinan di Provinsi Jawa Timur bersama pemerintahan daerah di Jawa Timur harus menjadi satu putaran dan satu langkah,” ujarnya Mardiasmo.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ada 36 pemerintah daerah di Jatim yang mendapatkan opini WTP. Yaitu Pemprov Jatim, 27 kabupaten dan 8 kota se-Jatim. Masih ada 3 kabupaten/kota yang masih belum mendapatkan WTP. “Saya berharap dari 3 daerah yang belum mendapatkan WTP, untuk terus memperbaiki laporan keuangan. Yang sudah mendapatkan penghargaan WTP ini untuk terus dipertahankan dan dikembangkan,” ujarnya.

Menyikapi prestasi yang didapat, Habib Hadi-sapaan akrab Wali Kota Probolinggo mengucap syukur. Ia berharap kedepannya Kota Probolinggo bisa mempertahankan opini WTP dan menjalankan arahan yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan RI. “Laporan keuangan perlu ditingkatkan dan terus dikembangkan, sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Kedepannya Kota Probolinggo bisa lebih bagus lagi dan penghargaan ini bisa terus dipertahankan dan disempurnakan,” ujar Habib Hadi.

Ia pun berharap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo terus melanjutkan prestasi ini. “Kita sudah baik, tapi perlu mempertahankan dan menyempurnakan dokumen secara administrasi supaya lebih baik lagi. Penghargaan ini menjadi penyemangat dan memotivasi agar kedepannya Kota Probolinggo lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPPKAD, Imanto menjelaskan penerapan transaksi non tunai menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi keterbukaan dan transparansi keuangan di Pemerintah Kota Probolinggo. “Dari 38 daerah se Jawa Timur, baru satu yang tanpa catatan. Kedepannya mudah-mudahan Kota Probolinggo bisa menyamai Kabupaten Pacitan yang mendapatkan WTP tanpa catatan,” harap Imanto. (Noviati/Humas)