Pastikan Warganya Aman di Wamena, Wali Kota Habib Hadi Ber-video Call

Wali Kota Habib Hadi saat ber video call dengan salah satu warga Kota Probolinggo yang masih berada di Wamena. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Satu lagi, warga Kota Probolinggo sudah kembali dari Wamena, Papua. Ialah Kamaludin, warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan yang tiba Kamis (3/10) malam pukul 21.00 menggunakan pesawat Hercules dan turun di Bandara Abdurahman Saleh Malang.

Saat bertandang ke rumah Kamaludin, Jumat (4/10) pagi, Wali Kota Hadi Zainal Abidin disambut oleh orangtua dan keluarga Kamaludin. Ternyata, selain Kamaludin, beberapa saudaranya pun masih ada di penampungan di Wamena dan Jayapura.

Habib Hadi-sapaan akrab wali kota pun sempat ber-video call dengan empat orang keluarganya yang masih ada di daerah konflik itu. Dari tangkapan layar gawai, mereka nampak baik-baik saja. Ada yang di lokasi penampungan ada yang di dalam mobil.

“Bagaimana kondisi disana? Jaga kondisi baik-baik ya, cari tempat yang aman. Ikut mengantre supaya bisa masuk ke pesawat hercules. Pulang saja ya. Yang penting terus berkabar dengan keluarga,” kata Habib Hadi kepada mereka.

“Iya Bib (habib), ini masih menunggu,” jawab Muhdlor, dengan suara terputus-putus karena sinyal.

Saat tiba giliran yang ibu memegang gawai, suasana haru mulai terasa. “Ye tak kepekeran Ton, mole lah, daftar. Daftarlah nak, dulih mole. Dinelah makeh tak ndik pesse, mole (biar tidak kepikiran Ton, pulanglah, daftar. Daftarlah nak, ayo pulang. Biar tidak punya uang pokoknya pulang),” tutur sang ibu kepada Antonius Ven Waren sambil terus meneteskan air mata.

Sama seperti kunjungan sebelumnya, wali kota menyerahkan bantuan berupa beras dan kebutuhan nutrisi untuk mereka. Ia juga menyampaikan, Dinas Kesehatan akan memeriksa warga secara jasmani dan rohani.

Sementara itu, perintah wali kota untuk kelurahan dan kecamatan membuka posko pengaduan bagi warga yang keluarganya bekerja di Wamena/Papua berjalan efektif. Belum 24 jam data terus bertambah seiring laporan masyarakat melalui RT dan RW.

“Karena mereka berangkat kan tanpa laporan, jadi kami tidak punya data. Dengan data ini kami bisa mengetahui berapa yang sudah kembali dan belum,” ujar Wali Kota Habib Hadi.

Dari data yang tersampaikan, Kecamatan Kademangan 20 orang; Kedopok 30 orang; Wonoasih 90 orang; Mayangan 7 orang dan Kanigaran 28 orang. “Data bisa masih terus masuk ke kami. Jadi, saya tekankan camat lurah sampai jajaran RT RW menampung informasi dari masyarakat,” tegasnya. (famydecta/humas)

Wali Kota Habib Hadi saat mengunjungi rumah Kamaludin salah satu warga Kota Probolinggo yang bekerja di Wamena yang saat ini terjadi konflik. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)