Wali Kota: Calon Sekda Harus Bisa Menerjemahkan RPJMD

Surat pengumuman seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah di lingkungan pemerintah Kota Probolinggo. (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama sebagai sekretaris daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo tengah berlangsung. Sampai saat ini, masih belum ada yang mendaftarkan untuk mengisi jabatan tersebut karena tengah mengurus kelengkapan berkas. Pendaftaran seleksi ini akan ditutup pada 10 Oktober mendatang.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, ia melihat di pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) banyak yang mempunyai kelebihan masing-masing. “Siapapun yang terpilih, mudah-mudahan itu yang terbaik. Bisa menerjemahkan RPJMD pemerintah daerah. Karena sekda harus bisa mengawal RPJMD di Kota Probolinggo,” katanya.

Saat ditanya apakah calon sekda harus punya kedekatan khusus, Habib Hadi menegaskan tidak. “Kalau soal dekat ya semua dekat, termasuk dengan pejabat yang sudah purna pun kami dekat. Kami rangkul semua karena tidak bisa membangun kota secara sendiri-sendiri,” tegas wali kota.

Ketua Sekretariat Pansel yang sekaligus Pj Sekda Achmad Sudiyanto menjelaskan, secara resmi belum ada yang mendaftar karena mereka sibuk mengurus persyaratan. Karena ada beberapa syarat yang harus dilengkapi seperti pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin atau pidana.

“Sekarang masih saling menunggu. Kira-kira ada enam orang tapi masih bisa bertambah. Sebenarnya kalau pejabat yang berpotensi di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo ada sekitar 15 orang, itu kalau mau mendaftar semua. Kami sudah mengimbau untuk mendaftar karena secara kualitas mereka mumpuni, mampu, masih mudah dan enerjik. Dari ketentuan umur memang harus dibawah 56 tahun,” jelas Sudi-sapaan Pj sekda.

Ya, sejumlah persyaratan harus dipunyai calon sekda. Persyaratan yang paling krusial adalah harus PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur; telah mengikuti diklat kepemimpinan III; telah menduduki jabatan struktural II-b; usia maksimal 56 tahun saat penetapan atau pelantikan.

Catatan penting untuk menjadi seorang sekda, lanjut Sudi, harus mampu manajerial keuangan dan SDM (sumber daya manusia). “Sebagai sosok figur nomor satu di pemda, harus bisa merangkul semua kalangan stakeholder, baik itu masyarakat maupun ASN. Dan, bisa berkoordinasi dengan jajaran vertikal, mampu menggerakkan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Saat ditanya adakah pendaftar dari luar kota, Sudi mengaku belum ada tetapi kesempatan masih terus dibuka. “Mungkin H-3 atau H-2 ramai-ramainya mendaftar. Saya berharap segera mempersiapkan diri dan mengajukan lamaran, daftar. Dari seleksi ini akan terpilih tiga orang ” imbuh Sudi, di sela kerja bakti di Kademangan, Jumat (4/10) pagi.

“Segera mempersiapkan diri dengan mengajukan lamaran dan daftar, seleksi bisa menjaring beberapa potensi karena terakhir ada 3 terbaik yang lolos. Selanjutnya pak wali yang menentukan,” lanjutnya.

Jadwal pendaftaran dan seleksi jabatan sekda dimulai dari pengumuman dan pendaftaran yang berakhir pada 10 Oktober; seleksi administrasi 11 Oktober; pengumuman hasil seleksi administrasi 11 Oktober; undangan pelaksanaan assessment 12 Oktober; assessment 14-15 Oktober; uji gagasan dan wawancara 23 Oktober; penetapan 3 terbaik oleh pansel 24 Oktober; penyampaian laporan ke wali kota 25 Oktober; laporan hasil kegiatan ke KASN 28 Oktober; pengumuman tiga terbaik 4 November; penyelesaian administrasi ke gubernur dan izin pelantikan 4-6 November; pelantikan dan pengambilan sumpah sekda 8 November. (famydecta/humas)