Habib Hadi: Cari Tempat yang Aman dan Saling Berkabar

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menggelar teleconference dengan sejumlah warganya yang masih berada di Wamena melalui sebuah aplikasi gawai, Kamis (10/10) siang, di Command Center Pemerintah Kota Probolinggo. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Untuk memastikan kondisi warganya aman di Wamena, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menggelar teleconference dengan sejumlah warga melalui sebuah aplikasi gawai, Kamis (10/10) siang, di Command Center Pemerintah Kota Probolinggo. Lima camat dan beberapa keluarga pun ikut dalam teleconference itu.

Lima orang berhasil dihubungi oleh Wali Kota Habib Hadi kala itu. Menurut kabar di Wamena, situasi sudah agak mereda meski belum benar-benar dinyatakan aman untuk warga pendatang. Ada pula yang masih bingung untuk pulang karena ada informasi pemulangan menggunakan Hercules sudah tidak ada lagi.

Informasi itu pun langsung dibantah oleh Kepala Dinas Sosial Zainullah yang ikut mendampingi wali kota. “Masih bisa menggunakan pesawat dan kapal. Cari informasi dari teman-teman atau petugas yang ada disana,” katanya.

Mudhor bersama sang istri, dalam video-nya sedang berada di rumah kos yang mereka tinggali selama di Wamena. Mudhor belum berani bekerja karena masih takut terjadi sesuatu. “Saya mau bertahan dulu,” jawab Mudhor saat ditanya wali kota apakah ia akan pulang.

“Yang penting cari tempat yang aman ya, jangan keluar-keluar dulu sampai memang betul-betul aman. Ini keluarganya bertanya makanya saya menghubungi. Ada apa-apa segera kabari keluarganya,” kata Habib Hadi.

Selain Mudhor, Dedi, warga Jalan Ikan Kakap, Kecamatan Mayangan juga memilih bertahan di Wamena. Menurutnya, daerah di sekitar tinggalnya memang mengalami rusak berat saat kerusuhan terjadi, tetapi saat ini disebut sudah agak kondusif. Lagi-lagi Habib Hadi pun berpesan kepada warganya agar tidak jauh dari polsek/polres atau markas aparat keamanan lainnya.

Beberapa warga yang akan kembali ke Probolinggo menggunakan kapal laut adalah Antonius Jen Warin, Andi Muryanto dan Julaikha. Kini mereka tengah berada di penampungan Lantamal di Wamena. Siti Muryana, ibu Antonius yang ikut teleconference pun beberapa kali mengatakan agar anaknya mendaftar dan pulang.

Anak Julaikha, yang bertatap muka melalui gawai pun ikut menangis saat berbincang dengan ibunya.”Besok (11/10) kami berangkat. Nanti turun di Perak (pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ucapnya.

Sementara itu, Sarito warga Pakistaji, Kecamatan Wonoasih bilang kalau di Wamena belum sepenuhnya aman. “Warga disini bingung mau pulang, karena katanya tanggap darurat sudah habis,” terang Sarito yang nampak berada di sebuah warung dengan temannya asal Desa Warujinggo, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolingo.

Wali Kota Habib Hadi menjelaskan, teleconference yang dilakukannya ini untuk mengetahui kabar beberapa warga, seperti keinginan keluarganya yang ada di Kota Probolinggo. “Alhamdulillah tersambung. Mereka aman dan selamat. Pemulangan juga akan dilakukan. Saya mengimbau mereka tidak keluar kemana-mana mengingat kondisi yang belum kondusif. Dan, meminta mereka selalu memberi kabar kepada keluarganya,” tutur bapak tiga orang anak ini. (famydecta/humas)