MPS2, Membangun Masyarakat yang Mandiri

image_pdfimage_print

 

 

Minggu (18/9) pagi, Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Morning On Panglima Sudirman Street (MPS2) tahun 2017. Sebanyak 90 stand dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, sekolah dan perusahaan ikut memeriahkan kegiatan yang menjadi salah satu unggulan pemkot dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Tari tradisional Marak Dugder dan tari modern Cheers One Dance dari SMAN 1 Kota Probolinggo ikut menyemarakkan pembukaan MPS2 pagi itu. Kepala BPPKAD Imanto melaporkan, ada perbankan, perusahaan dan sekolah ikut berpartisipasi dalam MPS2. “Ditambah dengan ratusan PKL (Pedagang Kaki Lima). Tema MPS2 yaitu kerja bersama membangun masyarakat Kota Probolinggo yang mandiri,” tuturnya.

  Masyarakat yang mandiri adalah masyarakat yang mampu memenuhi semua kebutuhan dasarnya dengan kemampuan mereka sendiri. Kebutuhan dasar yang dimaksud adalah kebutuhan sandang, pangan dan perumahan. Masyarakat yang mandiri punya kapasitas untuk menggerakkan dan mengelola secara swadaya segala potensi dan sumberdaya untuk mendukung pembangunan daerah. 

“Kemandirian daerah merupakan kemampuan nyata seluruh stakeholders dalam mengatur dan mengurus kepentingan daerah berdasarkan aspirasi rakyat. Kemandirian dalam hal pengelolaan pemerintah juga perlu dilakukan mengingat peran pemerintah yang strategis sebagai fasilitator, akselerator dan motivator pembangunan,” jelas Wali Kota Probolinggo Rukmini saat menyampaikan sambutannya. 

Pemerintah daerah, ungkap wali kota, diharapkan mampu menciptakan berbagai peluang usaha di daerahnya. Meningkatkan daya saing daerah dengan meningkatkan pembangunan masyarakat melalui berbagai peluang usaha, berbagai macam pelatihan peningkatan kapasitas/kemampuan masyarakat di bidang usaha. 

“Atas dasar pemikiran strategis itu maka pelaksanaan MPS2 tahun 2017 Kota Probolinggo kali ini mengambil tema kerja bersama membangun masyarakat Kota Probolinggo yang mandiri. Oleh karena itu, marilah kita saling bahu membahu bekerja bersama guna mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang mandiri dalam berbagai hal,” jelasnya. 

MPS2 adalah saat yang tepat bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo saling bekerjasama menunjukkan kreatifitasnya sehingga mampu mewujudkan kemandirian masing-masing dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru yang dapat mengurangi pengangguran yang ada. 

“Salah satu contohnya dengan berpartisipasi dalam MPS2, dimana kita bisa mempromosikan produk-produk yang dimiliki dan juga melaksanakan program CSR (Coorporate Social Responsibility) di masing-masing instansi. Masyarakat yang hadir dalam MPS2 ini sebagai motivasi untuk menyumbangkan inovasinya dalam mewujudkan kemandirian,” imbuh Rukmini. Wali kota juga berharap nantinya MPS2 menjadi pilihan destinasi wisata di Kota Probolinggo. 

Pembukaan MPS2 ditandai dengan pemukulan gong serta pelepasan balon. Selanjutnya Wali Kota Rukmini meninjau stand MPS2 yang digeber di sepanjang Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Siaman. (famydecta/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.