Pastikan Kebersihan Lingkungan di Tempat Ibadah

Wawali Mochammad Soufis Subri megecek kebersihan Gereja Merah, yang berada di Jalan Suroyo. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Untuk memastikan kebersihan lingkungan di tempat ibadah di Kota Probolinggo, Wawali Mochammad Soufis Subri meninjau sejumlah tempat ibadah dan perkantoran, Senin (14/10) siang. Wawali meminta setiap tempat ibadah punya biopori yang bermanfaat untuk kebersihan lingkungan.

Gereja Katolik Bunda Karmel di Jalan Suroyo jadi jujugan pertama Wawali Subri bersama tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Disbudpar, Kominfo, Bagian Humas dan Protokol. Kali pertama yang dilihat adalah kondisi toilet, taman dan pemilahan sampah.

Kunjungan berlanjut ke Gereja Merah, yang masih berada di Jalan Suroyo. Kemudian ke Masjid Agung Kota Probolinggo Raudlatul Jannah di Jalan Agus Salim dan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Achmad Yani. Di GKJW, juga ada pameran bahan daur ulang buatan ibu-ibu dan anak-anak gereja.

Wawali Subri menekankan, kunjungan ke sejumlah tempat ibadah tersebut bukan hanya untuk menghadapi event tertentu. “Tapi kami sengaja melihat lingkungan kita apakah sesuai dengan gelar yang didapat yaitu Adipura,” tegasnya disela kunjungan tersebut.

Subri melihat satu per satu kamar mandi, persampahan, landfill, komposting, limbah sampah dan biopori. “Sesuai perintah bapak wali kota, kami harus menyiapkan lingkungan di Kota Probolinggo. Ada event apapun kami sudah siapkan. Misalkan ada Adipura, kami sudah harus siap secara otomatis,” imbuhnya.

Wawali Mochammad Soufis Subri megecek kebersihan toilet Gereja Bunda Karmel, yang berada di Jalan Suroyo. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Beberapa tempat sudah melakukan upaya seperti yang diimbau DLH yaitu membuat biopori dan komposting. Menurut wawali, tempat ibadah bukan hanya sekadar tempat menjalankan ibadah wajib bagi agama tertentu. Namun juga harus bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, baik itu sisi kebersihan dan kesehatan serta secara ekonomi.

“Saya melihat banyak yang sudah punya biopori. Yang sudah (membuat biopori) kami apresiasi, yang belum nanti kita lakukan bioporisasi secara bersama-sama, bisa saat hari Jumat pagi (hari kerja bakti bagi pemkot),” jelas Subri.

Biopori, lanjut wawali, bermanfaat untuk percepatan penyerapan air dan komposting. “Pada prinsipnya, secara overall, semua tempat bisa mempunyai biopori,” sambungnya.

Selain ke tempat ibadah, Wawali Subri juga meninjau Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo; Pelabuhan Tanjung Tembaga; UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan dan ekowisata Bee Jay Bakau Resort (BJBR). “Kami disini meninjau sarana dan prasana apa yang saya yang mendukung kebersihan dan pengelolaan lingkungan,” kata wawali kepada sejumlah pimpinan yang menyambut kedatangannya. (famydecta/humas)

Wawali Mochammad Soufis Subri meninjau Pelabuhan Tanjung Tembaga . (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)