Sosialisasikan Standarisasi Sarpras UKS/M

Wawali saat sambutan pada acara sosialisasi standarisasi sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Kota Probolinggo tahun 2019. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Kesehatan sekolah diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup sehat peserta didik, sehingga tumbuh kembang mereka (peserta didik) menjadi sumber daya manusia berkualitas. Mempersiapkan anak didik tidak lepas dari masalah kesehatan sejak dini. Selain itu, meningkatkan pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat harus terlaksana dengan baik dan kontinyu.

Itulah yang disampaikan Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri ketika membuka sosialisasi standarisasi sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Kota Probolinggo tahun 2019, Senin (14/10) di Sabha Bina Praja.
“Ini (pelayanan kesehatan dan lingkungan sehat) penting karena saya berharap sekolah menjadi agen dalam bidang kesehatan dan lingkungan tidak hanya di lingkungan sekolah saja tetapi juga se-Kota Probolinggo,” terang Wawali Subri.

“Saya juga tidak mau ribut kalau ada perlombaan UKS, saya disuruh ngecek sekolah, kamar mandi dan lainnya. Tapi bagaimana implementasinya sehari-hari? Kalau diterapkan secara betul itu luar biasa,” tambahnya.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Subri, tidak sekadar lomba tapi betul-betul terimplementasi di masyarakat dan tidak bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. “Mau menang tapi masih ada yang tidak bersih, tidak sehat. Ini jelas tidak sesuai,” tegas Subri memotivasi.

Suasana sosialisasi standarisasi sarana dan prasarana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Kota Probolinggo tahun 2019. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Pengelolaan UKS membutuhkan komitmen bersama antara sekolah dan jajaran serta tim pemantau UKS. Tiga hal yang harus diperhatikan adalah SDM yang memahami UKS, sarana prasarana yang sudah sesuai standar sehingga UKS terlaksana dengan baik. Dan, yang terakhir adalah kontinyuitas sehingga tidak perlu heboh saat ada penjurian.

“Betapa kecilnya value yang kita dapat jika hanya memperbaiki layanan UKS pada saat penjurian, dibanding value yang sebenarnya jika dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan. Kita harus memahami kebutuhan adanya UKS, kegiatan yang sangat bermanfaat karena disitulah kita menitipkan anak-anak memahami tentang lingkungann dan kesehatan,” pesan wawali.

Sosialisasi gelaran Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo ini diikuti guru pembimbing UKS/M se-Kota Probolinggo; serta tim dari kecamatan. Dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada guru pembina UKS/M tentang standarisasi UKS/M yang harus ada di sekolah-sekolah. Karena memang di setiap sekolah haeus punya UKS/M dengan beberapa tahapan seperti minimal, standar, optimal dan paripurna,” kata Kasubag Kesejahteraan Sosial pada Bagian Kesra, Ismil Farida. (famydecta/humas)